Now Reading
Hidup Bersih dan Sehat saat Pandemi, Begini Cara Pakai Plastik yang Bijak

Hidup Bersih dan Sehat saat Pandemi, Begini Cara Pakai Plastik yang Bijak

Dampak dari COVID-19 tidak hanya terasa dari sisi kesehatan dan sisi ekonomi, tapi juga berdampak terhadap kehidupan sosial dan keadaan lingkungan. Semua sektor pendidikan diberhentikan dan dialihkan menjadi pembelajaran online, bisnis-bisnis ditutup sampai masa PSBB berakhir, dan kegiatan berkumpul pun ikut dibatasi.  Semula kita bisa berkumpul dan bersosialisasi dengan bebas, namun semenjak virus yang termasuk ke golongan virus SARS (severe acute respiratory syndrome) ini menyebar, hampir seluruh kegiatan terhenti.

Hadirnya Covid-19 di Indonesia, sedikit banyak mengubah kehidupan masyarakat Indonesia. Sebelum adanya pandemi, mencuci tangan dan menggunakan masker bukanlah kegiatan yang rutin dilakukan oleh masyarakat. Tingkat kepedulian masyarakat mengenai kebersihan semakin hari semakin meningkat. Hal ini dikarenakan kebersihan merupakan faktor penting dalam upaya penanggulangan virus COVID-19.

Saat ini, salah satu hal yang terpenting dan menjadi prioritas bagi kita semua adalah menjaga kebersihan dan kesehatan. Dengan keadaan tubuh yang sehat, kita dapat berangsur-angsur bangkit dan memperbaiki keadaan menjadi seperti sedia kala. Selain itu, dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh sendiri juga berarti kita sudah membantu meringankan pekerjaan pemerintah, membantu tenaga medis, dan berkontribusi dalam menekan jumlah pasien COVID-19.

Dalam keadaan pandemi seperti ini, menggunakan barang-barang berbahan dasar plastik merupakan salah satu pilihan yang bijak. Selain praktis, material plastik juga mampu membantu mencegah dan meminimalisir penyebaran virus COVID-19 sehingga lebih higenis. Salah satu contoh nyata dari penerapaan penggunaan bahan plastik bisa kita lihat dari pembuatan alat perlindungan diri (APD) seperti masker, face shield, dan baju hazmat yang digunakan oleh para tenaga medis kita. Bahan plastik dipilih karena material plastik tidak bisa ditembus oleh virus, bahan kimia, maupun gas.

Selain digunakan untuk APD, bahan plastik juga sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika berbelanja kebutuhan sehari-hari. Kita bisa menemukan kantong belanja plastik hampir di semua tempat, mulai dari warung rumahan sampai ke supermarket. Kantong belanja plastik yang dipakai belanja ini juga dapat digunakan kembali sebagai kantong sampah yang nantinya bisa didaur ulang. Di masa pandemi ini, menggunakan kantong belanja kanvas juga tetap bisa menjadi pilihan.

Namun, kita tetap harus bijaksana karena biasanya kita tidak sadar bahwa kantong belanja kanvas yang kita bawa menyentuh bagian-bagian yang kotor seperti lantai, rak, dan orang yang berlalu lalang. Jika tidak dicuci dengan baik, ia dapat menyisakan virus-virus yang menempel di permukaan yang nantinya akan ikut terbawa hingga ke rumah. Jika dilihat, masih banyak juga orang-orang yang tidak mencuci kantong belanjanya secara rutin. Berbelanja menggunakan kantong belanja reusable juga memiliki potensi untuk terjadinya kontaminasi silang pada makanan karena makanan tercampur di dalam satu tempat.

Jika ditelaah lebih jauh, plastik juga mampu membantu melindungi makanan dan obat-obatan yang kita konsumsi agar tetap higienis. Plastik menjaga agar makanan dapat bertahan lama, terjaga cita rasanya, dan tetap terlindung dari bakteri. Untuk memutus penyebaran virus, beberapa pihak lebih memilih untuk menggunakan plastik yang hanya digunakan sekali. Perihal higienitas ini yang menjadi fokus beberapa pelaku bisnis kuliner saat pandemi. Dilansir dari The Jakarta Post, Starbucks yang merupakan gerai kopi yang tersebar di seluruh dunia, menyatakan tidak menerima dan menghentikan penggunaan tumbler pribadi selama pandemi Covid-19. Alasan di balik keputusan ini adalah adanya kekhawatiran mengenai kebersihan yang nantinya akan berefek pada kesehatan konsumen. Namun, Starbucks masih optimis bahwa penghentian ini adalah situasi sementara semata.

Adanya pandemi membuat orang-orang lebih waspada dan sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri. Selain kebersihan diri, hal lain yang juga tak kalah penting untuk diperhatikan, seperti keadaan lingkungan di sekitar kita. Melalui pandemi ini juga menjadi momen yang baik untuk melihat bahwa permasalahan plastik pada dasarnya bukan terletak pada barangnya, namun pengelolaan sampahnya.

Dalam keadaan seperti ini, pengelolaan sampah harus dilakukan secara lebih serius. Setiap pemangku kepentingan diharapkan dapat saling bekerja sama demi mewujudkan lingkungan yang sehat. Inisiatif untuk membuat gerakan mengelola dan mendaur ulang sampah plastik sudah banyak digalakan oleh berbagai pihak, mulai dari konsumen, pelaku industri, sampai pemerintah. Bisa kita lihat sendiri, banyak pelaku industri sudah mulai menggunakan bahan plastik yang dapat 100% didaur ulang dalam menjalankan bisnisnya.

See Also

Demi mendukung gerakan Indonesia Bersih Sampah 2025, pemerintah mengeluarkan Kebijakan dan Strategi Nasional (JAKSTRANAS) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga pada 2017. Kebijakan ini menargetkan pengelolaan sampah 100% dengan 30% sebagai pengurangan (mengurangi penumpukan sampah, melakukan daur ulang, memanfaatkan kembali hasil daur ulang) dan 70% sebagai penanganan (pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, pemrosesan akhir).

Konsumen juga berperan penting dalam mengelola sampah plastik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membiasakan budaya pemilahan sampah mulai dari rumah. Pemilahan sampah berdasarkan 5 kelompok (B3, mudah terurai, dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang, dan tidak dapat didaur ulang) dinilai sebagai aktivitas awal dan utama dalam penyelenggaraan kegiatan penanganan sampah, sebagaimana dikutip dari PP No. 81/2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Dengan melakukan hal ini, secara langsung, kita telah berkontribusi pada program Indonesia Bersih Sampah 2025.

Selain itu, pengolahan sampah memiliki potensi besar dalam menjadi pundi-pundi uang. Tidak hanya mengatasi permasalahan kebersihan, kita juga mendapatkan keuntungan finansial. Menurut grafik infografis yang dimuat oleh Katadata, 260 fasilitas daur ulang sampah di Amerika dapat menghasilkan 38.500 lapangan pekerjaan, 4,1 milliar US Dollar dalam efisiensi produksi daur ulang, 5,8 milliar US Dollar dalam dampak penghasilan supplier dan belanja pegawai, serta 2,2 milliar US Dollar per tahun dalam upah karyawan. Di Indonesia sendiri terdapat empat juta pemulung yang bergantung pada rantai suplai kantong sampah plastik. Oleh karena itu secara tidak langsung, dengan melakukan pengolahan sampah plastik kita sudah membantu membuka lapangan pekerjaan dan membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.

Di masa pandemi ini, sudah sepatutnya kita mendahulukan kehigienisan dan kesehatan di atas segalanya. Penggunaan plastik dapat dijadikan sebagai salah satu cara menjaga kehigienisan. Namun, tetap harus diimbangi dengan pengolahan sampah yang baik agar tidak menjadi masalah baru. Ini membutuhkan tidak hanya peran pemerintah, tetapi peran kita juga sebagai konsumen untuk memilah dan mendaur ulang sampah yang kita hasilkan. Mari jaga kesehatan kita dan juga kesehatan lingkungan secara bersamaan.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top