Now Reading
Waspadai Penyebab Penyakit TBC! Jangan Sampai Menular dan Ditulari Orang Lain

Waspadai Penyebab Penyakit TBC! Jangan Sampai Menular dan Ditulari Orang Lain

TBC adalah kepanjangan dari tuberculosis.  Penyebab penyakit TBC adalah Bakteri Mycobacterium tuberculosis.  Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, tapi ternyata bakteri  Mycobacterium tuberculosis bisa juga merusak bagian tubuh lainnya.   Saat TBC terjadi pada bagian tubuh selain paru-paru, gejalanya akan beragam.  Jika tidak segera ditangani dengan tepat, TBC bisa menyebar ke organ tubuh yang lain.  Bakteri ini kemudian akan menyebar melalui aliran darah di dalam tubuh. Penderita TBC harus ditangani dengan tepat.  Selain penyakit ini bisa cepat menular kepada orang lain,  penanganan yang tidak tepat dan intensif dapat membahayakan, bahkan berujung kematian.  Akan tetapi, jika penderita TBC aktif telah mendapat pengobatan yang tepat paling tidak sekitar dua minggu, biasanya TBC tidak lagi menular.  Namun tetap saja harus berhati-hati. Oleh karena penularan TBC ini mudah, maka penderita TBC sering ditemui di masyarakat sekitar.  Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa 9 juta orang setahun terkena TBC, dengan 3 juta orang minim mengakses sistem kesehatan.  TBC juga menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi bagi wanita berusia 15 sampai 44 tahun.

Waspada! Penyebaran TBC melalui udara, sehingga orang yang sering berinteraksi dengan penderita TBC lebih berisiko tertular.

Penyakit TBC adalah penyakit menular.  Bakteri penyebab penyakit TBC menyebar melalui udara.  Contoh aktivitas yang menyebabkan penularan TBC, seperti batuk, bersin, meludah, tertawa, dan berbicara.  Seseorang akan mudah tertular ketika orang tersebut sedang banyak berinteraksi dengan penderita TBC, seperti teman kerja, keluarga, pasangan, dan sebagainya.  Risiko penularan TBC aktif juga karena konsumsi tembakau, dalam hal ini merokok. Dalam penelitian disebutkan bahwa sudah lebih dari 20 persen kasus TBC di seluruh dunia terkait dengan kegiatan merokok. Selain dari yang disebutkan tadi, seseorang yang imunnya sedang menurun atau terganggu juga paling berisiko terkena TBC.  Apalagi seseorang yang telah mengidap virus HIV (human immunodeficiency virus) dalam tubuhnya.  HIV ini akan memberikan tekanan pada sistem imun tubuh, akibatnya tubuh jadi lebih sulit mengendalikan bakteri TBC.  Oleh karena itulah, penderita HIV lebih bisa terkena penyakit TBC sebanyak 20-30 persen daripada orang yang tidak memiliki HIV.

Hati-hati gejala penyakit TBC (tuberculosis) menyerupai batuk dan demam sehingga penderita sering tidak menyadarinya.

Gejala penyakit TBC yang menyerang paru-paru ini sebenarnya sama seperti penyakit batuk dan demam.  Akan tetapi, penderita seringkali tidak menyadari bahwa dirinya telah terkena TBC. Akibatnya sebelum penderita TBC mendapat pengobatan yang tepat, penderita bisa menularkan bakteri tersebut ke orang lain.  Untuk itu, sudah saatnya Mom mengenali gejala awal atau tanda-tanda penyakit TBC. Beberapa gejala berikut ini adalah sebagai tanda-tanda orang yang terkena penyakit TBC paru-paru.
  • Batuk terus menerus yang berlangsung selama 3 minggu atau lebih.
  • Berat badan turun.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Batuk berlendir atau berdarah.
  • Demam kadang disertai dengan menggigil.
  • Suka berkeringat di malam hari.
Sementara itu, selain TBC paru-paru, apabila bakteri Mycobacterium tuberculosis telah menyerang anggota tubuh lain bisa menyebabkan beberapa infeksi di tubuh dan menjadi penyakit lainnya. Beberapa penyakit lainnya diantaranya adalah sebagai berikut
  • Apabila TBC menyerang tulang, penderita akan mengalami sakit pada tulang belakang dan nyeri pada sendi.
  • Jika TBC menyerang dan menginfeksi otak, maka bisa  menyebabkan penyakit meningitis.
  • Apabila TBC menginfeksi hati dan ginjal, maka kinerja dari fungsi hati dan ginjal akan terganggu.  Padahal fungsi hati dan ginjal memiliki peranan yang vital dalam tubuh, yaitu sebagai penyaring limbah dan kotoran pada aliran darah.  Akibatnya urin penderita akan keluar bercampur dengan darah.
  • Jika TBC menginfeksi jantung bisa menyebabkan terganggunya kemampuan jantung untuk memompa darah.  Hal ini bisa berakibat fatal.

Pengobatan penyakit TBC  harus diberikansesuai anjuran dokter. Ingat Mom, penderita TBC harus disiplin dalam meminum obat.

Rata-rata orang yang menderita TBC paru bisa disembuhkan.  Selama penderita mendeteksi lebih awal, patuh terhadap apa yang disarankan dokter serta disiplin dalam mengonsumsi obat yang tepat.  Pada tahap awal, biasanya obat untuk TBC diberikan antibiotik. Antibiotik ini dikonsumsi selama kurang lebih 6 bulan sesuai anjuran.   Tidak boleh bolong (tidak mengonsumsi sama sekali) dalam sehari karena dikhawatirkan bakteri menjadi kebal.  Untuk TBC yang menginfeksi tubuh lain akan memerlukan beberapa obat lainnya. Begitulah penyebab terjadinya penyakit TBC, Mom. Jaga selalu keluarga kita agar selalu sehat. Jangan lupa segera ke dokter jika sudah menunjukan gejala penyakit TBC ya Mom!]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top