Now Reading
Warsih, Book Review

Warsih, Book Review

Warsih diam menerawang ke langit-langit rumah. Dilihatnya genteng-genteng yang tak bertemit. Warnanya kusam. DI sana ini terdapat lubang-lubang kecil yang kalau musim hujan airnya bisa menerobos bebas. Demikian juga dindingnya banyak yang terkelupas menampakan batu bata. Semuanya minta diperbarui. Kalau hanya mengandalkan penghasilan emak dari buruh pabrik teh, tidak mungkin cukup. Untuk makan saja susah. Belum lagi biaya sekolah dua adiknya, Warsiti dan Warsito.

(Warsih, halaman 70)

See Also

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top