Now Reading
Tentang Menerima

Tentang Menerima

Currently, I was struggling to communicate difficult feeling toward my husband. I let my prejudice blind me. Sedikit-sedikit suami salah dan aku mudah sekali menjadi emosional (read: menangis, meledak marah, menghindar, sampai diam membatu). It did not happen for one or two days, but almost the entire week.

Semua perasaan senewen, gelisah, dan resah ini aku salahkan ke suami. Bukan keresahan untuk urusan agama dan akhirat. Tidak termasuk gelisah yang dirahmati lah. Aku di titik yang nggak sadar kalau akar permasalahan adalah hati aku yang tidak mudah menerima dengan ragam kondisi yang terjadi.

Padahal kata seorang guru, fitrah hati seharusnya tenang, lapang, dan ridha. Ridha menerima ketetapan. Jika sudah skillful menata hati untuk menerima, hati akan lapang apapun kondisinya. Jika

See Also

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top