Now Reading
Tak Hanya Kekerasan Fisik, Ini Tanda Lain dalam Kekerasan Rumah Tangga. Apakah Mom Mengalaminya?

Tak Hanya Kekerasan Fisik, Ini Tanda Lain dalam Kekerasan Rumah Tangga. Apakah Mom Mengalaminya?

Untuk Mom yang aktif bermain media sosial, pasti pernah melihat video wanita alami kekerasan dalam rumah tangga bukan? Ya, kasus kekerasan dalam rumah tangga memang bukan hal yang baru dan kerap menjadi penyebab retaknya hubungan rumah tangga suami istri. Adapun kekerasan dalam rumah tangga terbilang beragam. Berikut macam-macam kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi.

Kekerasan fisik merupakan kekerasan dalam rumah tangga yang paling sering dialami dan dapat dilihat efek buruknya secara langsung.

Kekerasan rumah tangga jenis ini dapat berupa perkelahian fisik, seperti menampar, menjambak, mendorong, dan lainnya. Kekerasan ini mungkin dapat menyebabkan Mom terluka atau pun pingsan. Jika kekerasan secara fisik terjadi dalam rumah tangga, ada baiknya Mom segera mengambil tindakan karena kekerasan secara fisik biasanya akan terus terulang  dan tindak kekerasan yang dilakukan dapat bertambah parah.

Kekerasan psikis memang tidak bisa dilihat kasat mata, namun bisa berakibat buruk terhadap mental karena dapat membuat seseorang mengalami guncangan jiwa.

Jika Mom merasa kerap diancam, dihina, dicemooh, atau direndahkan oleh pasangan mengenai hal tertentu, bisa jadi Mom telah alami kekerasan dalam rumah tangga dalam bentuk kekerasan secara psikis. Segera cari pertolongan ya,Mom. Oleh karena dalam kekerasan psikis ini bisa mengakibatkan Mom mengalami guncangan jiwa, seperti menjadi depresi, mengalami gangguan tidur, ketakutan berlebih, dan tidak percaya diri.

Kekerasan seksual rupanya juga menjadi bagian dalam kekerasan dalam rumah tangga. Ini dapat terjadi karena adanya hasrat seksual yang ingin terpuaskan baik secara fisik maupun verbal.

Tanda dari kekerasan secara seksual beragam, mulai dari mengucapkan gurauan porno yang sifatnya mengejek, menyentuh organ seks, kontak fisik secara paksa, hingga memaksa hubungan seks dengan pelaku atau orang ketiga. Jika Mom mengalami tindak seksual berupa kekerasan fisik dengan atau alat bantu yang dapat menyebabkan cedera dan rasa sakit, maka Mom sedang mengalami kekerasan seksual dalam rumah tangga.

Kekerasan secara ekonomi terkadang tidak secara langsung disadari. Untuk itu, Mom harus tahu tandanya.

Umumnya kekerasan ekonomi dilakukan dalam bentuk eksplolitasi, manipulasi, dan pengendalian dengan tujuan finansial. Tindak kekerasan yang dilakukan dapat berupa: memaksa pasangan untuk bekerja atau melarang pasangan bekerja namun menelantarkannya; mempekerjakan pasangan sebagai pekerja seksual demi mendapatkan uang; mengambil, merampas, atau memanipulasi harta dan benda milik pasangan tanpa sepengetahuan. Jika ini yang Mom alami, sadari bahwa Mom sedang mendapatkan kekerasan secara ekonomi oleh pasangan. Jika hal-hal tersebut Mom alami hal yang harus dilakukan adalah menyelamatkan diri dan memberitahu keluarga tentang apa yang dialami. Jika kekerasan yang dialami berbekas atau meninggalkan luka, segera lakukan dokumentasi, seperti memfoto atau melakukan visum sebagai bukti. Ini dapat menjadi senjata agar pasangan tidak melakukan kekerasan kembali. Jika kekerasan kembali terulang, kumpulkan kembali bukti,  sertakan saksi juga bila ada. Jangan sungkan untuk melaporkan ke pihak berwajib jika Mom mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Jangan takut, apapun jenis kekerasan dalam rumah tangga sangatlah tidak dibenarkan.]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top