Now Reading
Sudah Saatnya Pola Hidup Sehat Dimulai dari Rumah

Sudah Saatnya Pola Hidup Sehat Dimulai dari Rumah

Mom semua tahu bahwa sehat itu penting. Sebagai seorang ibu, kita pasti mengharapkan agar keluarga kita sehat lahir dan batin. Masih ingat dengan istilah “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”, istilah itu benar adanya. Oleh karena, kalau tubuh kita sehat maka jiwa kita akan bahagia. Sebagai seorang ibu, tentunya kita juga selalu ingin memastikan makanan yang dimakan anggota keluarga haruslah sehat dan bergizi. Pada zaman sekarang ini, memilih untuk menjalani hidup sehat itu sangat banyak tantangannya. Pengaruh lingkungan membuat kita jadi makin sulit menerapkan hidup sehat. Mayoritas aktivitas yang kita lakukan pun tidak banyak melibatkan aktivitas fisik,  cenderung mengonsumsi makanan yang tinggi kalori, gula, lemak, dan garam. Hal ini yang kemudian menjadi pencetus obesitas seseorang. Angka obsesitas di Indonesia sudah cukup besar, yaitu di angka 19,7% pria dan 32,9% wanita Indonesia mengalami obesitas. Di acara Mamapedia meet up, sebuah komunitas ibu-ibu yang Momiia hadiri beberapa hari yang lalu, Momiia mendapatkan pencerahan kalau memulai hidup sehat itu harus dimulai dari rumah. Dengan dimulai dari rumah akan membantu anggota keluarga kita untuk tetap hidup sehat meskipun lingkungan tidak terlalu mendukung. Paling tidak hidup sehat itu tetap dijalani sedikit demi sedikit. Berikut ini tips yang Momiia dapat dari acara kemarin.

  1. Sajikan makanan dengan nutrisi yang seimbang, terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah, serta air putih.
  2. Mulai batasi penggunaan gula, garam (natrium), dan lemak.
  3. Pindahkan snack, seperti biskuit, kacang, dan coklat dari bungkusnya ke dalam wadah transparan sehingga jika kita makan bisa terukur, sudah berapa banyak yang kita makan.
Lalu berapa banyak gula dan garam yang kita makan dalam sehari? Tubuh kita dalam sehari membutuhkan maksimal 6 gram garam atau 1 sendok teh. Sedangkan untuk gula adalah sebanyak 6 sendok teh dalam sehari. Jadi mulai sekarang kita bisa mengukur lagi berapa banyak teh atau kopi dan makanan manis lainnya yang bisa kita makan dalam sehari.
  • Hidup sehat bukan berarti tidak memakan gula, garam, atau lemak sama sekali. Hanya saja penggunaannya dikontrol supaya bisa tetap seimbang. Cara mengurangi penggunaan gula, garam, dan lemak bisa dengan melakukan hal-hal berikut ini.
  • Penggunaan gula yang biasa kita konsumsi juga bisa diganti dengan gula rendah kalori.
  • Penggunaan garam dapur diganti dengan sea salt yang kini sudah ada produk lokalnya. Mengganti garam dengan rempah-rempah, pemberian bawang putih pada masakan dan jamur-jamuran.
  • Kurangi mengonsumsi saus, kecap, atau sambal pada saat makan.
  • Lakukan variasi memasak untuk mengontrol lemak dari seringnya masak gorengan bisa mulai memasak dengan dikukus, grill, panggang, bake, atau toast. Jika biasanya memasak ayam goreng crispy, sebaiknya diganti menjadi ayam goreng biasa.
  • Mengurangi lemak juga bisa dilakukan pada saat makan. Misalnya dengan membatasi makan krupuk, hindari kuah yang bersantan makan isinya saja, kurangi jumlah goreng-gorengan dan perbanyak sayuran dan buah.
Jika sudah dibangun budaya hidup sehat dari rumah maka lambat laun anggota keluarga yang lain juga akan terbiasa. Paling tidak hal ini bisa membantu anggota keluarga kita untuk membatasi makanannya saat di luar rumah. Dengan memberikan makanan yang sehat dan bernutrisi, sama saja dengan menyiapkan masa depan bahagia bagi anak-anak kita. Yuk, Mom hidup sehat kita mulai dari rumah!]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top