Now Reading
Sudah Pernah Mencoba City Tour Menggunakan Kereta Api? Di Solo Kamu Bisa Melakukannya!

Sudah Pernah Mencoba City Tour Menggunakan Kereta Api? Di Solo Kamu Bisa Melakukannya!

Melakukan city tour atau perjalanan wisata menggunakan kendaraan darat, seperti becak, motor, atau bus sudah biasa dilakukan Traveler. Namun, jika menggunakan kereta api? Rasanya bukanlah hal biasa. Masa iya kereta api jalan-jalan di perkotaan? Inilah uniknya kota Solo! Traveler bisa melakukan city tour menggunakan kereta Jaladara. Kereta api yang digunakan bukanlah kereta api listrik atau kereta api yang bisa Traveler naiki dari kota A ke kota B. Melainkan kereta uap Jaladara yang umurnya sudah mencapai 120 tahun. Kereta uap ini buatan Maschinenbau Chemitz Jerman pada tahun 1896 dan gerbong kayu yang dibuat pada tahun 1906. Seperti apa sih perjalanan kereta uap ini? Simak artikel berikut ini ya!

Hanya tersedia 2 gerbong untuk sekali perjalanan!

Kereta ini memang sudah sangat tua sekali. Oleh karena itu tidak bisa dinaiki lebih dari 70 orang. Hanya tersedia 2 gerbong penumpang saja. Jika traveler naik kereta Jaladara, maka traveler akan dihibur oleh merdunya langgam jawa yang dibawakan oleh dua orang sinden dan satu orang penabuh gendang. Tidak hanya itu, traveler juga bisa menikmati minuman tradisional khas jawa yaitu jamu. Aduh, rasanya sudah seperti berada di jaman kolonial saja. Sepanjang perjalanan, traveler akan merasakan bagaimana rasanya naik kereta kuno tersebut. Jalannya lambat dan suara yang amat berisik akibat klakson uap yang dihasilkan dari proses pembakaran kayu jati menambah suasana pada jaman dulu. Desain interior gerbongnya pun terkesan sangat klasik dan unik dengan bahan dasar kayu yang dicat berwana coklat.  

Rute kereta Jaladara

Untuk bisa naik kereta Jaladara, Traveler harus datang ke stasiun Purwosari, karena perjalanan awal berasal dari stasiun Purwosari. Dari stasiun purwosari Traveler akan dibawa keliling kota Solo melewati jalan Slamet Riyadi yang nantinya akan berhenti di beberapa titik yaitu di Loji Gandrung, House of Danar Hadi, Museum Radya Pustaska Sriwedari, Perempatan Pasar Pon, Kampung Seniman Kemlayan, Kampung Batik Kauman, dan Stasiun Solo Kota. Nah, di Stasiun Solo Kota ini Kereta uap akan mengisi air. Setelah itu kereta akan kembali lagi di Stasiun Purwosari. Kecepatan kereta ini sangat pelan, sehingga cukup aman jika berjalan beriringan dengan kendaraan lain di jalan raya. Tapi jangan khawatir, kereta ini tetap berjaan di relnya kok.

Harga sewa naik kereta uap Jaladara

Untuk naik kereta Jaladara ini, Traveler harus booking terlebih dahulu. Harga tiket yang ditetapkan untuk sekali trip sekitar Rp3.500.000. Cukup mahal memang, namun dengan harga segitu Traveler bisa membawa sekitar 70 orang lho! Alasan lain kenapa harga sewa kereta ini sangat mahal karena bahan bakar yang digunakan menggunakan kayu jati. Pembakaran kayu jati dinilai lebih sempurna dan awet dibandingkan dengan kayu yang lain.   Dengan naik kereta Jaladara, maka perjalanan Traveler di kota Solo semakin berkesan. Lengkap sudah rasanya, mengelilingi kota Solo yang kaya akan budaya, serta merasakan naik kereta uap yang super jadul sambil menikmati beberapa bangunan tua di Kota Solo. *** Jangan sendirian Traveler jika datang ke Solo. Ajak teman-temanmu agar bisa merasakan naik kereta Jaladara. Oh iya, tiketnya bisa Traveler beli di Dinas Pariwisata Kota Solo ya!  ]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top