Now Reading
Suara Pilu Perempuan di La Barka

Suara Pilu Perempuan di La Barka

“Dari pengalaman aku tahu, perkawinan bagiku tidak lagi merupakan tanda percintaan yang disatukan. Itu adalah pengesahan hukum yang dikarang manusia, di mana dua orang yang barangkali saling mencinta, setelah lima, sepuluh atau dua puluh tahun hidup bersama, tidak lagi menemukan pokok pembicaraan yang menarik satu sama lain. Dua orang yang kemudian disebut suami-istri, yang melanjutkan kehidupan sebagai otomat tanpa berpikir maupun berkehendak.”

Kisah-kisah yang dialami oleh Rina selama di La Barka dalam buku ini tak bisa dianggap sekedar lalu, ada suara-suara pilu perempuan yang sering dianggap tabu.

See Also

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top