Now Reading
Sesaji Rewanda Gua Kreo, Wujud Rasa Syukur dengan Cara Berbagi

Sesaji Rewanda Gua Kreo, Wujud Rasa Syukur dengan Cara Berbagi

Travelers, masih ingat kah mengenai legenda Gua Kreo? Legenda saat sunan Kalijaga ingin mengambil kayu jati di sekitar Gua Kreo untuk membangun masjid Demak. Namun, beliau ternyata mengalami kesulitan saat mengambil kayu tersebut. Datanglah segerombolan kera yang membantu kanjeng Sunan Kalijaga. Kera-kera yang ada di Kreo, konon adalah keturunan kera yang pernah membantu kanjeng Sunan Kali Jaga. Setiap bulan syawal, di Gua Kreo terdapat sebuah tradisi Sesaji Rewanda yang hingga kini menjadi tradisi tahunan. Tradisi ini merupakan bentuk napak tilas Sunan Kalijaga. Acara sesaji Rewanda ini biasanya memang digelar setelah hari Raya Idul Fitri. Konon katanya, sebagai ucap rasa syukur dan berbagi kebahagiaan dengan para kera-kera yang ada di kawasan Kreo, Gunung Pati, Semarang.  

Gunungan sego ketek dan buah-buahan menjulang tinggi

[caption id="attachment_347" align="alignnone" width="1000"] Gunungan sego ketek[/caption] Nampak sejumlah gunungan sego ketek dan gunungan buah-buah dalam prosesi sesaji Rewanda. Gunungan sego ketek setinggi 2,5 meter, gunungan buah-buahan dan lainnya diarak menuju ke halaman Gua Kreo. Tepatnya di area parkir kendaraan roda empat. Di sana sudah berdiri panggung yang nantinya akan menjadi pusat acara. Gunungan sego ketek nantinya akan diperebutkan oleh masyarakat yang hadir di sana yang konon untuk mengalap berkah di bulan syawal. Sementara gunungan buah-buahan akan diberikan kepada kera yang ada di sekitar Gua Kreo. Tentunya setelah serangkaian acara prosesi sesaji Rewanda usai.

Arak-arakan dan tari-tarian jadi bagian dari prosesi Sesaji Rewanda

[caption id="attachment_349" align="alignnone" width="1000"] salah satu tarian tradisional saat acara sesaji rewanda berlangsung[/caption] Selain arak-arakan gunungan sesaji, pengunjung juga bisa menikmati beberapa pertunjukan tarian dan sedikit ilustrasi kisah perjalanan Sunan Kalijaga dalam mencari kayu jati di Kreo. Dalam acara tersebut, traveler akan melihat beberapa anak yang memakai kostum kera. Merekalah yang nantinya akan menceritakan sebuah legenda Kera Kreo. [caption id="attachment_344" align="alignnone" width="1000"] Cerita tentang Sunan Kalijaga[/caption] [caption id="attachment_348" align="alignnone" width="1000"] Nampak juga ilustrasi si monyet ekor panjang yang menolong Sunan Kalijaga[/caption] Dengan adanya pertunjukan tersebut maka secara tidak langsung kita sudah melestarikan budaya di Indonesia. Sebab, sesaji Rewanda adalah sebuah kearifan lokal yang harus dijaga kelestariaanya.

Sekitar 2000 pengunjung padat memenuhi Gua Kreo

[caption id="attachment_345" align="alignnone" width="1000"] para pengunjung berebut gunungan sesaji[/caption] Liburan sekolah dan libur lebaran membuat kawasan Gua Kreo penuh dengan pengunjung saat sesaji Rewanda digelar pada tahun ini. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat para pengelola kawasan Gua Kreo. Berdasarkan pengalaman di tahun sebelumnya, rupanya pengelola sudah siap untuk mengatasi luapan pengunjung yang terjadi pada event tersebut. Selain adanya prosesi sesaji Rewanda, Gua Kreo pun tak pernah sepi pengunjung pada hari-hari libur. Hal ini dikarenakan potensi wisata Gua Kreo tidak hanya terpusat pada  objek wisatanya saja. Melainkan adanya sebuah harmonisasi antara manusia dan kera ekor panjang di kawasan Gua Kreo. *** Nah, buat Traveler yang ketinggalan dengan acara sesaji Rewanda. Mungkin bisa merencanakan datang ke Semarang di tahun mendatang. Traveler bisa mencari info acaranya melalui akun pariwisata kota Semarang.  ]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top