Now Reading
Selain Biang Keringat, Faktor Keturunan Bisa Menyebabkan Bintik Merah Pada Bayi. Yuk, Ulik Penyebab serta Penanganannya!

Selain Biang Keringat, Faktor Keturunan Bisa Menyebabkan Bintik Merah Pada Bayi. Yuk, Ulik Penyebab serta Penanganannya!

Bayi memiliki kulit yang sangat tipis dan rentan terhadap berbagai ancaman. Itu sebabnya dokter tidak pernah menyarankan penggunaan alat kosmetik atau segala sesuatu yang mengandung wewangian dan zat kimia tertentu. Namun sayang, banyak orang tua yang justru memberikan wewangian untuk bayinya agar tetap wangi dan segar. Padahal bayi tidak memiliki jumlah keringat yang berlebihan seperti orang dewasa sehingga tidak memerlukan bedak atau parfum.

Faktor Penyebab Bintik Merah Pada Bayi

Sensitivitas kulit pada bayi yang tinggi menyebabkan kulit bayi gampang terkena alergi atau ruam berupa bintik merah. Hal ini pun sering membuat orang tua khawatir bahkan panik. Munculnya bintik merah pada kulit bayi bisa disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa faktor penyebab munculnya bintik merah pada bayi seperti yang dijelasakan di bawah ini.

Keturunan, apalagi jika Mom dan pasangan juga sama-sama memiliki alergi.

Jika salah satu orang tua mempunyai alergi maka ada kemungkinan sebesar 25-40% bayi ikut mengalami alergi. Tapi jika kedua orang tua mempunyai alergi, kemungkinannya akan bertambah menjadi 40-60%. Alergi, rentan terjadi pada bayi sehingga menimbulkan bintik merah pada kulit. Alergi pada bayi bisa disebabkan adanya tungau, debu, atau sumber alergi lainnya. Untuk mencegah atau pun mengobati bintik merah pada bayi yang di sebabkan oleh faktor keturunan dapat di lakukan dengan menjauhkan bayi Mom dari sumber alergi atau yang biasa di sebut dengan zat alergen.

Biang keringat bisa karena suhu atau cuaca juga pakaian yang dikenakan bayi.

Bintik merah pada bayi juga dapat disebabkan karena biang keringat. Adanya sumbatan pada pori-pori kulit bayi karena sistem pengatur suhu tubuh belum sempurna mengakibatkan tidak lancarnya pengeluaran keringat pada bayi. Apalagi jika sudah masuk musim kemarau, bayi pun semakin mudah terkena biang keringat. Kulit bayi juga pada dasarnya sangatlah sensitif dengan suhu atau cuaca dan juga dengan pakaian yang di gunakan sang bayi. Oleh karena itu, para orang tua harus lebih teliti memilih baju yang di pakaikan pada bayi mereka agar tidak menimbulkan keringat yang berlebihan sehingga timbulnya reaksi alergi.

Tidak hanya orang dewasa saja yang bisa mendapat jerawat, bayi pun bisa.

Ternyata bukan hanya orang dewasa saja yang bisa mendapat jerawat di tubuhnya, bayi juga dpaat mengalaminya. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya sisa hormon ketika masih dalam kandungan sang ibu. Bintik merah pada jerawat bayi disertai dengan ujung yang runcing di tengahnya.

Eksim bayi biasanya karena susu/ASI yang lama tidak dibersihkan.

Sama seperti jerawat, eksim tidak hanya menjangkiti orang dewasa tapi juga bayi. Eksim pada bayi sering disebut eksim susu. Biasanya muncul bintik merah pada wajah dan mulut bayi yang terkena ASI atau susu yang dibiarkan tanpa dibersihkan hingga waktu yang lama sehingga dapat menimbulkan jamur.

Akibat virus bisa menyebabkan penyakit yang disebut Roseola infantum.

Bintik merah akibat virus yang menyebabkan penyakit Roseola infantum berbeda dengan bintik karena campak. Bintik pada campak muncul bersamaan dengan demam, tapi pada Roseola infantum, bintik merah baru muncul setelah demam turun.

Ruam popok pada bayi yang dibiarkan bisa mengakibatkan infeksi loh, Mom.

Ruam popok sering terjadi pada bayi yang menggunakan popok yang sempit atau terlalu lama. Jika bintik merah pada ruam popok dibiarkan terus maka akan mengakibatkan terjadinya infeksi.

Penanganan Bintik Merah Pada Bayi

Jika bayi Mom sering mengalami bintik merah pada kulitnya, maka sebaiknya Mom melakukan beberapa penanganan agar bintik merah yang umumnya diikuti rasa gatal tidak menjadi infeksi. Berikut adalah beberapa penanganan yang dapat Mom lakukan.
  1. Cari tahu sumber alergi atau penyebab terjadinya bintik merah pada bayi.
  2. Jauhkan bayi dari sumber penyebab alergi.
  3. Selalu jaga kebersihan pakaian dan perabotan bayi.
  4. Hindari memberikan bedak yang mengandung parfum.
  5. Pakaikan baju yang longgar pada bayi dengan bahan yang menyerap keringat.
  6. Jangan gunakan pemutih dan pewangi pakaian pada pakaian bayi.
  7. Gunakan popok sesuai ukuran.
  8. Jangan pernah memencet bintik merah yang berisi air karena justru karena justru akan menimbulkan infeksi.
  9. Jemur kasur bayi di bawah terik matahari untuk mematikan tungau.
  10. Selalu bersihkan mulut dan wajah bayi yang terkena ASI atau susu setelah menyusui.
  11. Gunakan handuk lembut yang hangat saat membersihkan wajah bayi.
  12. Selalu ganti popok setelah 4 jam atau ketika popok sudah dirasa penuh.
  13. Oleskan losion pada bokong bayi yang terkena ruam agar tidak lecet dan gatal.
  14. Berikan parasetamol atau ibuprofen jika bayi terkena demam tinggi.
  15. Segera bawa ke dokter jika bayi mengalami gejala lain, seperti kejang atau muntah.
Itulah beberapa informasi mengenai bintik merah pada kulit bayi, Mom. Kulit bayi yang masih sangat tipis memang membutuhkan perawatan yang ekstra karena belum bisa beradaptasi dengan sempurna. Gunakan selalu produk yang telah teruji klinis dan bebas bahan allergen untuk bayi Mom. Berikan juga makanan yang bergizi agar ia selalu sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top