Segenggam Rindu Untuk Ayah Nan Jauh di Sana..

Tahun 1997..

“Bu, minggu ini apakah Bapak pulang? tak sabar ingin menunjukkan neraca kertas buatanku ini!”

“Berdoa saja semoga Bapak kebagian Bus”

Kenangan itu masih lekang dalam ingatan, takkala menjalani kehidupan jarak jauh antara saya dan Bapak. Bapak sebagai pencari nafkah tumpuan keluarga, harus terpisahkan jarak demi membawa pulang beberapa lembar uang untuk kami yang menunggunya dengan setia.

Apabila dahulu rindu itu menjadi susah dibayarkan, kini hanya dalam hitungan jam saja saya bisa menuntaskan rindu untuk bertemu Bapak dengan mudah.

Bapak meniti karirnya sebagai pegawai negeri sipil, dahulu sekali beliau dinas di Ibu Kota Jakarta lalu berpindah-pindah hingga memutuskan untuk menapaki karirnya di kota Majalengka.

Baca juga ini : Ayah, Pulanglah Dengan

Baca Selengkapnya

What's Your Reaction?
Kaget
0
Lucu
0
Sedih
0
Suka
0
Terpesona
0
View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2019 Blogger Perempuan Network. All Rights Reserved.

Scroll To Top