Now Reading
Sebuah Apel Untuk Papa | True Story

Sebuah Apel Untuk Papa | True Story

Saya hanya terdiam saat dokter mengoleskan bola kapas ke mata papa sambil mengatakan “bapak, sudah nda ada mbak, ini saya oles kapas ke mata beliau tidak ada respon”. Dan meledaklah tangis mama, kakak dan seluruh orang yang saat itu berkumpul di rumah saya. Saya hanya terdiam lemas sambil berkata dalam hati “5 days more pa” mematung melihat nanar, papa yang sudah terbujur kaku dihadapan saya. Dan seketika pernikahan saya yang tinggal hitungan hari menjadi terasa hampa.

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top