Now Reading
Resolusi, Pasti Atau Basi?

Resolusi, Pasti Atau Basi?

Akhir tahun identik dengan banyak hal. Di antaranya diskon besar-besaran di berbagai pusat perbelanjaan, pesta dalam berbagai macam bentuk, liburan, dan resolusi. Nyaris setiap akhir dan awal tahun, kita ramai membuat resolusi. Jika dahulu resolusi hanya dibuat di dalam hati atau dituliskan di dalam buku harian, sejak ada media sosial resolusi sering kali muncul sebagai postingan, entah itu status, catatan, twit, atau blog post.

            Resolusi secara harfiah adalah pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Resolusi akhir dan awal tahun bermakna evaluasi tahun sebelumnya dan target pencapaian tahun berikutnya.  Apa resolusi Anda tahun kemarin? Berapa persen yang sudah tercapai? Apa resolusi yang akan Anda buat untuk tahun depan? Apakah ada peningkatan target pencapaian ataukah masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya?

            Lalu, perlukah kita membuat resolusi? Bisa perlu, bisa juga tidak. Tergantung kepada bagaimana Anda memandang kehidupan. Ada orang yang easy going, menganggap hidup adalah sebuah perjalan tanpa peta sehingga membuat rencana hanya dianggap merusak kejutan-kejutannya. Ada orang yang lebih senang hidup tertata, resolusi dijadikan outline untuk setiap langkah ke depan. Ada pula orang yang senang membuat rencana, tapi senang pula mengingkarinya.

            Tipe seperti apa pun Anda, resolusi memiliki beberapa fungsi.

  1. Evaluasi

Pengalaman adalah guru paling baik. Orang-orang sukses bukan hanya mereka yang pandai membuat keputusan, tapi juga orang yang belajar dari kesalahan. Di sinilah fungsi resolusi, sebagai bahan untuk evaluasi diri.

Jika Anda membuat resolusi pada awal tahun, maka akhir tahun adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi. Anda bisa memindai apakah target pencapaian Anda tercapai atau tidak. Jika tidak, apa yang menyebabkannya? Apa kendalanya? Lalu bagaimana cara memecahkannya? Dengan melakukan evaluasi dan mempersiapkan solusi, setidaknya Anda siap jika di tahun berikutnya berhadapan dengan kendala yang sama.


 

  1. Menetapkan Target Pencapaian

Ada orang yang menganggap bahwa hidup sekadar menjalani nasib, pasrah terhadap apa pun yang terjadi, tidak memiliki keinginan apa-apa selain hidup lalu menunggu mati. Tidak ada yang salah dengan jalan hidup seperti ini, toh setiap orang memiliki hak yang sama untuk memilih cara hidupnya. Tapi jika Anda adalah manusia dinamis yang selalu menginginkan peningkatan dalam hidup, membuat resolusi adalah langkah awal yang baik.

Dengan membuat target pencapaian, setidaknya Anda tahu apa yang akan Anda lakukan setahun ke depan. Memang, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi detik berikutnya, esok, seminggu kemudian, atau masa depan. Namun dengan membuat sebuah target, Anda akan punya rencana, menjalani hidup dengan lebih tertata.

Target pencapaian bukan hanya bersifat materi, bisa juga non materi. Misalnya, Anda memasang target membaca 100 buku per tahun, menurunkan berat badan minimal 3 Kg, mengurangi egoisme, memperbaiki hubungan dengan orang tua, dan lain-lain.

  1. Meningkatkan Kualitas

Ketika memasang target pencapaian, tentu tidak akan stagnan dari tahun ke tahun, bukan? Harus ada peningkatan level juga. Jika tahun lalu Anda memasang target menang minimal 3 lomba blog misalnya, tahun depan pasanglah target minimal menang 7 lomba blog. Kenapa harus ada peningkatan pencapaian dari tahun ke tahun? Karena dengan meningkatkan kuantitas, Anda juga akan terlecut untuk meningkatkan kualitas.

Membuat resolusi memang harus disesuaikan dengan kapabilitas, tapi jika Anda adalah orang yang kompetitif bahkan terhadap diri sendiri, tidak ada salahnya membuat resolusi berisi target sedikit di atas kapabilitas Anda itu. Dengan begitu, Anda akan terpicu untuk meningkatkan kuantitas dan kapabilitas agar target Anda tercapai.

  1. Self Reminder

Resolusi akan mencegah Anda dari hidup berleha-leha karena Anda akan terus diingatkan tentang target yang harus dicapai. Bersaing dengan orang lain itu mudah, yang sulit adalah bersaing dengan diri sendiri. Tidak ada orang sukses yang malas, yang ada adalah orang sukses yang gigih.

Resolusi sebagai self reminder juga mengajari kita tentang komitmen. Belajar untuk mendisplinkan diri.

*

            Jadi, apakah perlu membuat evaluasi tahun lalu dan membuat resolusi untuk tahun depan? Jawabannya tergantung kepada bagaimana cara Anda menjalani hidup. Tapi patut diingat bahwa resolusi, apa pun itu, adalah untuk diwujudkan. Bukan hanya secarik post it yang ditempel di styrofoam, yang dipandangi setiap hari tapi tidak disikapi dengan pasti.

            Resolusi dibuat agar kita siap dengan langkah riil, bukan hanya dibuat lalu dilupakan.

View Comment (1)
  • Nice posting, Mba.. 🙂
    Ngikutin resolusi dari awal memang perlu pemahaman personal ya. Terinspirasi membuat agenda pencapaian hidup sebenarnya mengasikan, dengan membayangkan hasilnya bakalan gimana; satu per satu rencana, ada yg terwujud ada yg mandek lalu dicoba lagi dengan optimis. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top