Now Reading
[Resensi] Si Anak Badai: Konflik Antara Kearifan Lokal dan Modernitas

[Resensi] Si Anak Badai: Konflik Antara Kearifan Lokal dan Modernitas

Buku ini berkisah tentang kehidupan di sebuah kampung terapung, yaitu Manowa. Tiap hari libur, anak-anak di sini gemar menanti kapal di balai pinggir sungai. Tujuannya untuk menangkap lemparan koin dari para penumpang, atau berlomba menyelam melewati bawah lambung kapal.

Tokoh sentral dalam buku Si Anak Badai adalah Zaenal yang akrab dengan 3 teman sekolahnya sesama kelas 6 SD, yaitu: Ode, Awang, dan Malim. Mereka biasa bermain, berdiskusi dan memecahkan masalah bersama. Termasuk ketika Malim ingin berhenti sekolah.

Masalah terbesar yang dihadapi kampung ini adalah proyek pembangunan pelabuhan di Muara Manowa. Bahkan, Pak Kapten yang paling vokal menentang pun ditangkap dengan tuduhan palsu. Si Anak Badai berusaha mencari cara untuk menyelamatkan Pak Kapten dan Kampung Manowa.

See Also

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top