Now Reading
Pilih Mana, Stay at Home Mom atau Working Mom?

Pilih Mana, Stay at Home Mom atau Working Mom?

Banyak sekali wanita di dunia yang galau jika dihadapkan dengan sebuah pilihan yang klasik ketika telah berumah tangga. Apakah ingin menjadi working mom atau menjadi ibu rumah tangga saja? Keduanya adalah pilihan yang sulit dan sama-sama baik. Keduanya memiliki peranan yang berbeda dalam rumah tangga. Sebagai sesama wanita, jangan pernah memandang sebelah mata kedua profesi tersebut ya, Mom. Banyak hal positif yang bisa jadi pelajaran. Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap keduanya. [caption id="attachment_2185" align="alignnone" width="1000"] Working Mom atau Stay at Home[/caption]

Working mom memiliki penghasilan sendiri dan tidak tergantung dengan suami.

Mempunyai penghasilan sendiri merupakan nilai plus bagi setiap perempuan. Tanpa harus bergantung dengan suami, working mom bisa menggunakan uang hasil kerja mereka untuk apa saja. Namun demikian,meskipun tidak memiliki penghasilan, stay at home mom tetap masih bisa shoping kok, karena tetap mendapatkan uang bulanan buat belanja.

Working mom dianggap lebih update, namun sebenarnya tidak selalu demikian.

Working mom dianggap lebih update biasanya karena banyak dan biasa berinteraksi dengan orang, sehingga informasi bisa lebih cepat sampai. Oleh karena itu, working mom dianggap lebih dulu mengenal hal-hal yang lagi ngetren saat ini. Namun sebenarnya tidak selalu demikian. Di era digital sekarang, banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Stay at home mom pun masih bisa update dengan hal kekinian.

Kalau soal penampilan, enggak cuma working mom yang bisa berpenampilan rapi, stay at home mom pun bisa.

Urusan penampilan, memang working mom biasanya dianggap lebih berpenampilan rapi karena pekerjaan menuntut working mom berpenampilan demikian, sehingga hal itu menjadi terbiasa. Namun sebenarnya tidak selalu demikian. Soal penampilan itu tergantung dengan pribadi masing-masing. Meskipun stay at home mom jarang bepergian keluar rumah layaknya working mom, stay at home mom pun bisa memiliki penampilan yang keren dan kece loh. Tak jarang pula, stay at home mom pun bisa pergi ke salon untuk merawat diri.

Siapa bilang stay at home mom itu kuper (kurang pergaulan)?

Soal pergaulan enggak semua stay at home mom itu kuper alias kurang pergaulan. Banyak juga stay at home mom yang ikutan komunitas sosialita loh, Mom. Bahkan stay at home mom juga punya banyak waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Sementara untuk working mom pun bisa dengan leluasa kenal dengan orang di luar sana selain teman kantor mereka.

Stay at home mom bisa mempunyai banyak waktu untuk mengurus anak.

Kadang stay at home mom tidak rela jika anaknya diasuh oleh pengasuh atau baby sitter. Maka dari itu, Stay at home mom lebih memilih untuk mengasuh anak mereka sendiri. Tidak sedikit pula stay at home mom yang lulusan sarjana. Sebagian darinya beranggapan bahwa mengasuh anak adalah hal paling penting dan wajib dilakukan langsung oleh seorang ibu. Akan tetapi, working mom pun sebenarnya tidak melepaskan kewajibannya untuk mendidik dan merawat anak. Hanya saja karena keterbatasan waktu, working mom tidak bisa sepenuhnya mendampingi anak selama 24 jam penuh setiap harinya. Namun demikian bentuk tanggung jawab yang lain,working mom mengawasi anak dengan dibantu oleh keluarga, baby sitter, asisten rumah tangga atau menitipkan anak ke tempat penitipan anak (daycare). Kalau Mom sendiri, termasuk yang mana nih? Wanita karir atau ibu rumah tangga? Apapun pilihannya, yang penting keluarga tetap menjadi prioritas ya.]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top