Now Reading
Pesona Etnik Kain Rangrang Asli Indonesia

Pesona Etnik Kain Rangrang Asli Indonesia

Pesona Etnik Kain Rangrang Dari Bali

Indonesia terdiri dari 300 kelompok etnik atau 1.340 suku bangsa yang terdaftar secara resmi. 1.340 suku bangsa berarti 1.340 karakteristik yang tersebar dari ujung Sabang hingga Merauke. Masing-masing karakter punya warisan budayanya sendiri yang berarti negara kita yang heterogen ini memiliki ratusan bahkan ribuan jenis kain tenun yang jadi ciri khas masing-masing suku dan menjadi pesona kain etnik Indonesia. Dulu, kalau mendengar kata kain tenun mungkin yang ada di pikiran kita adalah baju adat yang dipakai untuk berbagai upacara daerah. Kebayang nggak  pakai busana yang dibuat dari kain songket untuk acara resepsi pernikahan teman SMA kamu? Pernah kepikiran pakai kain ikat untuk pergi ke kantor? 10 tahun yang lalu pasti kita mengerutkan dahi menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Sejak batik menjadi warisan budaya dunia yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2009, penggunaan kain tenun daerah sebagai kain busana modern menjadi semakin populer. Banyak desainer-desainer yang memodifikasi kain-kain tenun nusantara menjadi busana yang wearable sebagai bentuk dari apresiasi bangsa Indonesia terhadap keindahan motif-motif daerah. Kenapa ya UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity? Padahal kan batik nggak hanya dari Indonesia saja. Wow ternyata batik memang nggak hanya berasal dari Indonesia. Cina, India, Malaysia, Filipina bahkan Nigeria dan Sri Lanka memiliki budaya kain batik, tapi batik Indonesia lah yang paling terkenal dan memiliki sejarah panjang yang berpengaruh pada variasi motif dan teknik pembuatan yang berkembang karena akulturasi budaya.

Membahas tentang batik nggak akan ada habisnya mulai dari sejarah sampai ke motifnya yang bermacam-macam. Salah satu kain tenun yang sedang naik daun lainnya adalah kain tenun yang berasal dari Bali yaitu kain rangrang. Tahu sendiri kan kalau Bali itu suasananya sakral dan kental dengan upacara adat. Kain rangrang yang berasal dari Nusa Penida juga sehari-harinya dipakai oleh masyarakat setempat sebagai busana upacara adat atau keagamaan. Pada dasarnya kain rangrang berwarna dominasi merah atau kuning dan berbahan kuat. Pada bagian tengah kain terdapat motif seperti angket rumput, saksak bunga tunjung, atau pohon cemara. Pinggirannya pun diberi hiasan bunga julit, daun bakung, kupu-kupu, atau katak. Tapi dalam perkembangannya, motif dan warna kain rangrang bervariasi dan disesuaikan dengan gaya modern tanpa menghilangkan ciri khasnya. Kain rangrang banyak dijadikan dres, rok, blazer, celana panjang, dan sebagainya.

See Also

Populernya kain rangrang Bali tidak lepas dari peran para desainer fashion yang memakai kain rangrang sebagai kain bahan untuk koleksinya. Tren busana etnik memacu para desainer fashion untuk berlomba berburu kain-kain tenun di pelosok Indonesia sebagai inspirasi dan tokoh utama dalam karya mereka. Menurut desainer Yuana Tayana, kain rangrang punya motif yang gampang untuk diaplikasikan dalam busana sehari-hari dan gampang untuk dipadankan dengan kain lain seperti sutra, katun, taffeta, hingga duchess. Nah, karena kain tenun Indonesia sudah dimodifikasi menjadi pakaian siap pakai, sudah nggak canggung lagi kan pakai busana kain tenun ke acara kasual?

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top