Now Reading
Perempuan-Perempuan dengan Surga di Kakinya

Perempuan-Perempuan dengan Surga di Kakinya

Jika mendengar kata “ibu”, apa yang pertama kali terpikir di benak Anda? Perempuan yang melahirkan kita? Jika Anda laki-laki, mungkin juga terpikir tentang perempuan yang melahirkan anak-anak Anda? Atau bisa jadi seseorang yang tidak memiliki hubungan biologis tapi keberadaannya teramat berarti bagi Anda. Apa pun arti dan ingatan yang ada di benak Anda, ibu adalah sebuah kata yang sarat makna. Ibu juga merepresentasikan sebuah awal mula, pusat, induk, atau hulu dari segala sesuatu. Anda tentu tidak asing dengan frasa ibu kota, mother earth, atau ibu pertiwi. Dalam Islam, ibu bahkan disebutkan tiga kali oleh Rasulullah. Semulia itulah seorang ibu, saking mulianya bahkan sering disebut bahwa surga terletak di bawah kakinya.

Bukan hanya itu, ibu juga diapreasiasi melalui hari peringatan. Di Indonesia, Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Sukarno melalui Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1953, bertepatan dengan ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia. Di belahan lain dunia, Hari Ibu diperingati di tanggal berbeda. Di Amerika dan Jerman, misalnya, Hari Ibu diperingati pada hari Minggu pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, hari ibu disebut sebagai International Women’s Day yang diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Berbicara mengenai Hari Ibu, setiap orang tentu memiliki cara untuk merayakan atau sekadar memperingatinya. Meski memang, Hari Ibu tidak segempita hari raya agama, hari kemerdekaan, atau hari besar lainnya.

Ada banyak cara untuk memperingati Hari Ibu, antara lain.

  1. Bebas Tugas

Seorang ibu, baik yang fulltime mother maupun yang berkarier di luar rumah, adalah para “pekerja” 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari per tahun. Tidak ada libur, tidak ada cuti, tidak ada pensiun. Hari Ibu bisa dimanfaatkan untuk memberikan “hari libur” bagi para ibu. Jika biasanya ibu yang mempersiapkan sarapan, mencuci baju, mengepel lantai, memasak, dan pekerjaan rumah lainnya. Sebuah ide bagus jika seluruh tugas itu dikerjakan oleh suami dan atau anak-anak. Bukan, ini bukan tentang “giliran jaga”, tapi tentang memberikan jeda agar para ibu tidak lupa untuk berbahagia.

  1. Menulis Surat

Ada hal-hal yang terlalu canggung jika disampaikan melalui bahasa verbal, di situlah fungsi tulisan mengambil alih. Hari Ibu bisa dimanfaatkan untuk mengungkapkan rasa sayang, terima kasih, atau mungkin permintaan maaf. Sebuah surat bisa menjadi media yang tepat. Tidak perlu berpanjang lebar atau berisi puisi yang mendayu-dayu, sebab rasa cinta akan tetap bermakna meski disampaikan dengan kata-kata sederhana.

  1. Hadiah-Hadiah Kecil

Setiap orang tentu senang jika diberi hadiah, pun dengan para ibu. Tidak ada salahnya jika Hari Ibu digunakan sebagai momen untuk memberikannya hadiah. Harus mahal? Tidak juga. Sebatang cokelat, buku, atau benda yang jadi favoritnya bisa dijadikan pilihan. Anda bisa membungkusnya dengan kemasan yang cantik atau disertai dengan sepucuk surat. Yang terpenting dari sebuah hadiah bukanlah nilai nominal, melainkan makna yang dihantarkannya.

  1. Me Time

Selain dibebastugaskan dari tugas-tugas rumah, me time juga bisa menjadi hadiah untuk para ibu. Biarkan para ibu menikmati waktu untuk dirinya sendiri atau melakukan aktivitas yang ia sukai. Ke salon, spa, jalan-jalan, atau mungkin membiarkannya menonton drama Korea seharian.

Well, keempat poin di atas memang bukan panduan baku, Anda bisa saja memperingati dan merayakan dengan cara yang berbeda. Yang jelas, seorang ibu harus dijaga untuk tetap berbahagia agar bisa menjadi ibu terbaik bagi para buah hatinya.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top