Now Reading
Penyakit Kuning Pada Bayi, Meski Sudah Biasa Tetap Harus Diwaspadai

Penyakit Kuning Pada Bayi, Meski Sudah Biasa Tetap Harus Diwaspadai

Pernah Mom melihat bayi yang baru beberapa hari dilahirkan mengalami kulit dan mulutnya berwarna kuning? Penyakit tersebut adalah penyakit kuning pada bayi atau yang disebut juga newborn jaundice.  Sesuai dengan namanya, tanda-tanda penyakit kuning pada bayi menyebabkan warna kulit bayi menguning,  begitu pula pada gusi dan lidah, atau kuku tangan dan kaki, hingga bagian mata bayi juga akan menguning. Perubahan menjadi kuning pada bayi tersebut disebabkan oleh bilirubin.  Bilirubin adalah zat kuning yang diciptakan tubuh saat mengganti sel darah merah yang tua.  Penyakit kuning pada bayi terjadi tatkala bayi sudah mengalami kadar bilirubin yang cukup tinggi di dalam darah.

Penyebab terjadinya penyakit kuning pada bayi ketika bilirubin menumpuk dalam darah bayi. Ada yang tidak berbahaya, ada pula yang harus diwaspadai.

Penyebab terjadinya penyakit kuning ada beberapa hal.  Ada yang ringan sehingga tidak berbahaya ada lagi yang sudah lebih serius.  Pada sebagian besar bayi yang baru lahir terlihat kuning saat berusia 2 hingga 4 hari.  Dalam kondisi yang wajar (normal), biasanya setelah bayi berusia 2 minggu, warna kuning tersebut berangsur-angsur hilang. Penyakit kuning pada bayi terjadi ketika bilirubin menumpuk dalam darah bayi.  Bilirubin adalah sebuah pigmen berwarna kuning pada sel darah merah. Ketika bayi di dalam kandungan, plasenta yang menghilangkan bilirubin dari badan bayi.  Plasenta ini adalah organ yang berkembang selama kehamilan untuk memberi makan sang bayi. Ketika bayi lahir, otomatis tugas untuk menghilangkan bilirubin diambil alih oleh hati bayi yang nantinya akan dibuang melaui feses.  Namun tentu saja tugas ini butuh waktu. Sehingga hati bayi masih belum siap untuk memecah bilirubin. Oleh karena itulah, bilirubin menjadi menumpuk dalam darah bayi.

Ada dua jenis penyakit kuning pada bayi yang baru lahir ketika disusui. Meskipun ada yang tidak berbahaya tetap harus dipantau ya Mom.

Dua jenis penyakit kuning ketika bayi baru lahir disusui biasanya tidak berbahaya. Meskipun demikian tetap harus diwaspadai ya Mom. Pertama sudah terlihat dalam seminggu pertama bayi disusui.  Hal ini mungkin terjadi ketika bayi tidak menyusui dengan benar sehingga air susu ibu terlambat masuk. Kedua, perubahan warna kulit menjadi kuning saat ASI mungkin juga muncul pasca bayi yang baru sehat.  Hal itu bisa dikarenakan zat dalam ASI mempengaruhi kerusakan bilirubin di hati. Selain itu, penyakit kuning pada bayi yang baru saja lahir bisa terjadi jika peningkatan jumlah sel darah merah pada bayi perlu diganti, seperti masalah rhesus (Rh) dimana darah ibu dan bayi tidak cocok, ada pula pendarahan di bawah kulit kepala yang disebabkan karena persalinan yang sulit.

Cara menangani penyakit kuning pada bayi bisa Mom lakukan secara mandiri. Namun jika Mom tidak tahu caranya, segera konsultasikan kepada dokter.

Pengobatan tidak diperlukan jika kadar bilirubrin tidak terlalu tinggi.  Biasanya jika bilirubin tidak terlalu tinggi warna kuning pada tubuh bayi akan hilang seminggu atau dua minggu setelahnya.  Untuk mengetahuinya dengan cara menekan bagian dada bayi, menahannya, kemudian melepasnya. Apabila terdapat warna kuning pada bekas tekanan, maka bayi terkena penyakit kuning. Sebaiknya, jika tidak tahu bagaimana mengatasinya atau tidak mengerti cara mengetesnya tanyakan langsung kepada dokter dan konsultasikan. Jika telah diketahui bahwa bayi terkena penyakit  kuning maka dibutuhkan pengobatan dan perawatan. Pengobatan akan tergantung pada beberapa hal, seperti seberapa tinggi tingkat bilirubin bayi, bagaimana kecepatan levelnya naik, usia bayi, dan kapan bayi itu lahir. Pada kasus yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, yaitu pada bayi yang tingkat bilirubinnya tinggi.  Bayi akan dilakukan tindakan fototerapi. Fototerapi adalah penyinaran dengan menggunakan lampu biru khusus.  Lampu ini sangat berfungsi membantu memecah bilirubin di kulit. Caranya dengan menempatkan bayi di bawah lampu tempat tidur yang tertutup hangat.  Bayi hanya menggunakan popok dan penutup mata khusus. Jika tingkat bilirubin pada bayi Mom tidak terlalu tinggi, Mom bisa merawatnya di rumah.  Penanganan penyakit kuning pada bayi biasanya dengan sering memberikan cairan atau ASI setiap 2-3 jam sehari (hingga 12 kali).  Hal ini dilakukan supaya bilirubin terbuang melalui tinja. Mom juga dapat melakukan fototerapi, yaitu dengan menggunakan kamera fiber optic yang ditutupi oleh selimut, sehingga menghasilkan lampu terang kecil di dalamnya.  Mom juga dapat menggunakan tempat tidur cahaya yang menyinari kasur.  ]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top