Now Reading
Papa Panda

Papa Panda

“Papaaa …!” Aku bersorak riang ketika sosok yang kukenal memasuki kamarku. Aku segera bangkit dari tempat tidurku dan berlari mengejar Papa. Papa merentangkan kedua tangannya, bersiap menyambutku. Dia memelukku erat. Aku juga. Ah, aku tidak boleh memeluk Papa terlalu erat. Aku terlalu gemuk. Tidak seperti Papa panda yang lain, Papaku adalah panda hitam putih yang sangat kurus. Aku tidak ingin menyakiti Papa.

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top