Now Reading
Nurul Noe – Travel Blogger Interview

Nurul Noe – Travel Blogger Interview

Kisah perjalanan dalam suatu tulisan di blog, bisa menjadi sangat membosankan atau sangat menarik. Membosankan apabila blogger tersebut tidak bisa menemukan gaya bercerita dan tema khusus yang berbeda dari travel blogger lainnya. Karena tujuan wisata yang bisa saja sama, tapi setiap orang akan memiliki pengalaman yang berbeda.

Menulis tentang hal yang berbeda dari sudut pandang itulah yang sedang didalami oleh Nurul Noe di blognya www.NurulNoe.com. Memantapkan diri sebagai travel blogger dengan tema Backpacking with Children dan Bukan Honeymoon, menjadikan Nurul sebagai sosok travel blogger yang rendah hati tapi memiliki banyak pengalaman.

Simak wawancara khusus Blogger Perempuan dengan sosok yang sederhana ini mengenai bagaimana awal mula perjalanannya sebagai blogger dan apa yang menjadi kelebihannya dibandingkan travel blogger lainnya.

Sudah berapa lama menjadi Travel Blogger

Hobi Traveling/Backpacking dan ngeblog bisa dikatakan dimulai berbarengan, yaitu sejak akhir tahun 2012. Meskipun sebenarnya kenal blog sudah sejak tahun 2009, tetapi yang benar-benar aktif justru sejak kenal hobi backpacking.

Tema spesifik apa yang menjadikan Mba Nurul Noe menjadi seorang travel blogger yang berbeda dari blogger lainnya?

Travel blogger sekarang ini memang ada banyak sekali. Meski demikian, tidak semua memiliki keunikan. Ada yang lebih suka menulis catatan perjalanan, ada yang lebih banyak menulis ulasan destinasi wisatanya. Saya termasuk yang lebih suka menulis catatan perjalanan. Jika ditanya apa yang membuat saya berbeda dari travel blogger lain, saya rasa ada pada angle cerita yang saya tulis. Ada dua angle yang sering saya tuliskan, yaitu ‘Backpacking With Chidren’ dan ‘Bukan Honeymoon’.

Saya memang lebih banyak menulis tentang gejolak perasaan yang saya alami ketika melakukan perjalanan, dimana destinasi yang saya kunjungi menjadi latarnya. Biasanya, saya menulis catatan perjalanan itu dalam penggalan-penggalan kisah (memoars). Jadi, setiap satu catatan perjalanan yang saya tayangkan di blog, hanya menceritakan satu kejadian atau perasaan tertentu. Jadi bukan cerita bersambung yang mengisahkan perjalanan saya dari mulai meninggalkan rumah sampai pulang lagi.

Adakah rentang waktu tertentu untuk menentukan waktu jalan-jalan?

Saya tidak membuat patokan rentang waktu dan frekuensi jalan-jalan. Bisa dibilang, saya ini traveler opportunist, yaitu seorang yang akan pergi jalan kapanpun ada kesempatan. Kesempatan yang dimaksud adalah ada waktu, bisa cuti, budget cukup dan kondisi fisik sehat. Tetapi memang biasanya, sekali dalam sebulan saya pergi jalan-jalan, meski destinasinya yang dekat-dekat saja.

Setelah melakukan perjalanan, berapa lama kisah perjalanan tersebut akan ditulis di blog?

Saya bisa menulis kisah perjalanan bahkan ketika serangkaian perjalanan itu belum berakhir. Biasanya saat waktu luang, setelah jam makan siang, atau malam sebelum tidur di kamar hotel. Karena saya hanya ngeblog dengan smartphone, jadi saya bisa posting cerita di blog kapan saja, dan menulis di mana saja. Saya selalu berusaha menulis kisah perjalanan saya secara langsung di hari yang sama, semacam live report, ya. Karena kalau sudah pulang, saya sulit konsentrasi menulis karena disibukkan rutinitas. Meskipun tetap ada kisah-kisah yang saya tulis setelah saya pulang, tapi jedanya tidak terlalu lama, maksimal seminggu.

Secara garis besar, tulisan travel di blog akan selalu berbentuk seperti apa? Apakah tips, cerita unik, deskripsi lokasi, dan lain-lain?

Sudah ada banyak sekali travel blogger yang menulis tips dan deskripsi lokasi. Saya sempat berfikir, saya ini nggak jagoan seo, saya menulis tips dan deskripsi lokasi juga di search engine nggak bakal nongol di page one. Haha. Jadi saya lebih banyak membuat cerita unik dibanding menulis tips dan deskripsi lokasi. Karena pengalaman setiap orang ketika melakukan perjalanan pasti berbeda, meskipun destinasinya sama.

Tetapi kemudian pertanyaan lainnya muncul. Apa ada yang mau baca cerita saya? Dari situ saya mulai belajar, bagaimana agar tulisan saya enak dibaca. Bagaimana agar dari cerita saya lebih ‘berisi’. Bukan sekedar cerita perjalanan yang berkisah kegiatan saya selama jalan-jalan, seperti cerita jam segini saya berangkat, disana saya bertemu anu, lalu begini dan begitu. Saya masih belajar, supaya dalam cerita saya, ada manfaat yang bisa diambil oleh yang membacanya. Dan itu tantangan yang berat.

Apakah photo dari perjalanan menjadi bagian penting dari tulisan?

Ketika melakukan perjalanan, saya mengambil banyak sekali foto. Foto-foto ini sangat membantu saya dalam menulis. Misal untuk mengingat suasana, lokasi, dan waktu dari satu kejadian yang ingin saya tulis. Foto juga bisa mengembalikan lagi gejolak perasaan yang saya alami ketika berada di lokasi dimana foto itu diambil. Ini sangat membantu jika saya menulis cerita perjalanan setelah perjalanan itu sudah berlalu lama, misal saya baru bisa menulis seminggu atau bahkan sebulan setelah pulang jalan-jalan. Tetapi jika di blog, saya tidak banyak mengupload foto. Karena yang saya tulis adalah perasaan, jadi saya hanya mengupload 1 atau 2 foto saja yang paling mewakili perasaan saya ketika jalan-jalan.

Pencapaian tersebesar apa yang sudah didapatkan Mba Nurul dari kegiatan menulis di blog?

See Also

Pencapaian terbesar sebenarnya buat saya adalah kepuasan batin dan kebahagiaan. Saya bisa mengaktualisasi diri sehingga saya ‘ada’ dan dikenal sebagai seorang travel blogger. Sehingga di dunia yang luas ini, saya bukan hanya seonggok daging yang punya nama. Travel blogger yang bisa dibilang menjadi personal branding saya itu, kemudian membawa saya kepada takdir yang baik, diantaranya mendapat tawaran menulis buku traveling, tawaran menulis artikel di majalah, dan memenangkan lomba blog. Tetapi yang paling membahagiakan lagi adalah, saya mendapat banyak sekali teman baru lewat blog. Sesuai dengan doa yang saya selipkan dalam nama pena saya, network of excellence (noe), yang berarti jaringan pertemanan yang baik. You can never have too much friend, no?

Dari mana sajakah asal lalu lintas blog Mba Nurul?

Dari link yang saya share di sosial media (facebook, twitter, google plus, path), dan dari search engine.

Adakah strategi khusus untuk meningkatkan lalu lintas blog?

Hal yang utama buat saya, tulisan harus unik dan original, bukan menjiplak karya orang lain atau copy paste. Selanjutnya, belajar teknik seo sederhana juga menjadi hal yang penting. Beruntung saya dibantu dengan teman yang ahli di bidang seo, saya dikenalkan dengan template Genesis untuk platform wordpress yang ramah seo, sehingga konten saya mudah ditemukan di search engine..

Apakah harapan Mba Nurul dengan menceritakan pengalaman travelingnya di blog?

Saya ingin dikenal melalui cerita yang saya tulis. Bukan popularitas yang saya kejar, tetapi lebih kepada anak dan cucu-cucu saya kelak. Suatu hari ketika saya sudah tak ada lagi di dunia, anak dan cucu saya bisa membaca siapa saya, membaca lagi serangkaian kisah yang pernah kami lewati bersama. Dengan begitu saya abadi. Saya juga berharap tulisan saya di blog bisa bermanfaat untuk orang lain.

Mohon sebutkan 5 Travel Blogger favorit yang sering Mba Nurul kunjungi.

View Comments (15)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top