Nayya—bagian 1

Pagi berkabut, semburat cahaya mulai tampak dari ufuk timur, dan puncak-puncak bukit terlihat samar. Bagai kapas yang ringan menggantung dan terhampar menyentuh garis cakrawala, awan-gemawan serta kabut tipis melebur satu.

Kukerjap-kerjapkan mata dan kantuk perlahan sirna oleh siraman air sedingin es, meskipun tidurku yang begitu pulas dengan letihnya sekujur tubuh, namun azan subuh yang dikumandangkan pak Wundaga dari ruang depan mampu membuatku bangkit melepaskan hangatnya sleeping bag.

Baca Selengkapnya

What's Your Reaction?
Kaget
0
Lucu
0
Sedih
0
Suka
0
Terpesona
0
View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2019 Blogger Perempuan Network. All Rights Reserved.

Scroll To Top