Now Reading
Mugshot Challenge: Ketika Humanisme Diuji

Mugshot Challenge: Ketika Humanisme Diuji

Sekitar 15 tahun lalu, saya pernah membuat pertunjukan fotografi yang memuat wajah saya penuh darah (palsu) sambil memegang pisau dapur. Bukan tanpa alasan, tentu ada makna di balik foto tersebut. Saat itu, saya tengah mengampanyekan isu anti kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Waktu kecil, saya pernah mengalami kekerasan sehingga sampai sekarang masih sering terstimulasi untuk mengingat luka masa lalu tersebut saat melihat foto-foto atau video bertema kekerasan. Itulah sebabnya saya selalu mengajak orang-orang di sekitar saya agar lebih sensitif dan aware terhadap isu tersebut.

See Also

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top