Now Reading
Mudah memar atau Pendarahan? Mungkin Mom Mengidap Penyakit ITP

Mudah memar atau Pendarahan? Mungkin Mom Mengidap Penyakit ITP

Mungkin Mom, sangat asing dengan penyakit ITP. ITP adalah kepanjangan dari Idiopathic thrombocytopenic purpura.  Penyakit ini merupakan penyakit dengan kelainan autoimun.  Akibat dari kelainan ini, penderita menjadi lebih mudah memar dan pendarahan. Mudahnya memar dan pendarahan disebabkan trombosit yang kurang di dalam tubuh.  Seharusnya dalam tubuh manusia mengandung 140,000-440,000 trombosit setiap 1 mikroliter darah.  Apabila hingga kurang 50.000 trombosit per mikroliter, maka patut dicurigai terkena ciri-ciri penyakit ITP.  Risiko terbesar adalah ketika jumlah trombosit Mom turun sangat rendah bahkan hingga di bawah 10.000 trombosit per mikroliter.  Pada titik ini, perdarahan internal bisa terjadi bahkan tanpa cedera sekalipun.

Orang dewasa dan anak-anak bisa memiliki risiko terkena ITP (Idiopathic thrombocytopenic purpura) loh.

Idiopathic thrombocytopenic purpura, yang juga sering disebut Immune Thrombocytopenic Purpura bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.  Anak-anak lebih rentan terkena penyakit ITP setelah infeksi virus. Akan tetapi biasanya pulih sepenuhnya tanpa harus melakukan pengobatan secara khusus.  Anak-anak yang biasanya tekena ITP biasanya pada rentang usia 2-5 tahun. Namun, pada orang dewasa, kelainan ini sering menjadi jangka panjang. Usia rentan terjadi untuk orang dewasa, yaitu pada rentang usia 20-50 tahun.  Selain itu, untuk jenis kelamin, perempuan juga lebih sering terkena ITP daripada laki-laki. Bahkan risikonya bisa 2 sampai 3 kali. Apabila Mom tidak memiliki tanda-tanda pendarahan dan jumlah trombosit normal atau tidak terlalu rendah, Mom mungkin tidak memerlukan pengobatan apa pun yang terkait dengan ITP.  Pengobatan dibutuhkan apabila trombosit sangat rendah hingga menimbulkan pendarahan internal. Namun demikian, kasus ini jarang terjadi. Pada perempuan  yang sedang mengandung kemudian terkena ITP, kondisinya biasanya tidak mempengaruhi janinnya.   Akan tetapi, jumlah trombosit bayi harus segera diperiksa setelah lahir. Perlu diwaspadai, jika Mom hamil dan jumlah trombosit Mom sangat rendah atau Mom mengalami pendarahan,  Mom memiliki risiko pendarahan hebat saat melahirkan. Risiko yang lebih serius adalah ketika komplikasi ITP yang mengalami pendarahan di otak. Hal ini bisa berakibat fatal.

Cari tahu yuk, Mom apa saja penyebab penyakit ITP, meskipun penyebabnya tidak diketahui secara pastinya.

Sesuai dengan namanya ITP, yaitu Idiopathic, yang berarti penyebab yang tidak diketahui.  Penyebab penyakit ini memang tidak diketahui secara pastinya. Akan tetapi, pada beberapa orang yang menderita thrombocytopenic purpura idiopatik mengalami kekeliruan fungsi pada sistem kekebalan tubuh.  Akibatnya imun akan menyerang dan menghancurkan trombosit. Pada kebanyakan anak dengan penyakit  ITP, kelainan ini mengikuti penyakit virus, seperti ketika anak menderita gondok atau flu.  Bisa jadi infeksi tersebut memicu kerusakan sistem kekebalan tubuh. Untuk anak-anak biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Mom, kenali gejala dan tanda-tanda umum penyakit ITP walau penyebab secara pastinya tidak diketahui.

Meskipun tidak diketahui penyebab pastinya.  Akan tetapi, beberapa gejala atau tanda-tanda yang umum ketika terjadi ITP ini adalah sebagai berikut ini.
  • Amat mudah memar atau mengalami pendarahan kecil di kulit.
  • Pendarahan di dalam kulit yang tampak seperti ruam bintik-bintik ungu kemerahan (ruam peteki), biasanya di kaki bagian bawah.
  • Pendarahan dari gusi.
  • Mimisan atau pendarahan di hidung.
  • Buang Air disertai darah (baik buang air besar maupun kecil).
  • Aliran menstruasi yang tidak biasa (terus-terusan).

Bagaimana cara mengobati penyakit ITP ? Mom bisa segera langsung konsultasikan ke dokter. Dokter akan merekomendasikan beberapa obat untuk Mom konsumsi.

Apabila Mom atau seseorang yang Mom kenal telah merasa ada penyakit ITP yang cukup mengganggu, sebaiknya langsung segera konsultasikan ke dokter.  Pendarahan yang tidak cepat berhenti sudah mengidentifikasikan sebagai keadaan yang membutuhkan pertolongan medis. Carilah sesegera mungkin pertolongan.  Apabila pendarahan tidak dapat dikendalikan, lakukan teknik pertolongan pertama, seperti memberi tekanan pada area tersebut. Setelah Mom menemui dokter biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan trombosit serta menyarankan memberikan obat-obatan.  Beberapa obat-obatan yang biasa diberikan untuk penderita ITP, yaitu kortikosteroid oral, throbopoietin receptor agonists, intravenous immune globulin (ivig), dan rituximab. Beberapa obat dan suplemen biasanya dihindari ketika mengalami ITP.  Obat yang dihindari atau harus berhenti konsumsi saat terkena ITP adalah obat yang bisa menghambat fungsi trombosit.  Beberapa obat yang harus dihindari, seperti aspirin , ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), ginkgo biloba, dan warfarin (Coumadin).]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top