Now Reading
Mom, Percayakah dengan 5 Mitos ibu hamil Ini? Ketahui Dulu Faktanya

Mom, Percayakah dengan 5 Mitos ibu hamil Ini? Ketahui Dulu Faktanya

Banyak mitos yang berkembang seputar kehamilan di masyarakat. Mungkin Mom bingung mana di antara mitos tersebut yang benar. Yuk! Simak 5 mitos ibu hamil berikut yang banyak dipercaya oleh orang. Meskipun ada mitos yang dianggap benar, tapi Mom harus bisa memilah dengan baik ya, agar tidak lantas percaya begitu saja dengan mitos tersebut.

Ibu Hamil Harus Makan Dua Porsi Setiap Kali Makan

Banyak orang beranggapan bahwa ibu hamil harus makan lebih banyak dari biasanya. Tiap kali makan harus mengambil jatah dua porsi karena satu porsi untuk janin di dalam kandungan. Memang benar Mom harus mengonsumi nutrisi lebih banyak dibandingkan dengan kondisi saat tidak hamil. Tapi, bukan berarti harus makan dua porsi orang dewasa loh. Faktanya adalah, Mom hanya membutuhkan tambahan kalori sebesar 300 kalori setiap harinya agar pertumbuhan janin bisa berkembang dengan normal. Mom tidak perlu menambah kalori secara berlebihan , karena nanti setelah melahirkan akan kesulitan dalam membuang kalori tersebut.

Jenis Kelamin Bisa Dilihat dari Bentuk Perut

Mungkin Mom pernah mendengar komentar orang lain saat melihat perut ibu hamil. Jika perut yang lebar, maka mom sedang mengandung bayi perempuan. Sedangkan jika perut membuncit, jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan adalah laki-laki. Tahukah Mom? Kalau bentuk perut ketika hamil dipengaruhi oleh tinggi badan,  berat badan, atau faktor genetika. Jadi, bentuk perut buncit atau melebar tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin. Mom bisa mengetahui jenis kelamin lewat pemeriksaan USG atau ultrasound yang dapat dilakukan ketika janin berumur kira-kira 18-20 minggu.

Tidak Berhubungan Seks Ketika Hamil

Mitos tidak berhubungan seks ketika hamil juga banyak beredar di masyarakat. Alasannya adalah saat berhubungan bisa menyakitkan janin dalam kandungan. Padahal kondisi ini berlaku pada kehamilan tertentu, seperti menderita penyakit yang bisa membahayakan janin. Nyatanya, Mom boleh berhubungan seks saat hamil, asalkan mempunyai kehamilan yang sehat. Masuknya alat kelamin pasangan pada vagina tidak akan menyakiti janin. Karena ada kantung air ketuban yang melindungi janin dari guncangan sekali pun. Namun, untuk memastikan apakah kehamilan Mom sehat atau tidak bisa bertanya pada dokter terlebih dahulu. Jangan malu untuk bertanya apakah boleh berhubungan seks atau tidak selama menjalani kehamilan  ya.

Jangan Minum Kopi Saat Hamil Kalau Tidak Mau Ada Tanda Lahir pada Bayi

Menurut medis, ketika ibu hamil minum kopi tidak ada hubungannya dengan tanda lahir saat si Kecil lahir nantinya. Namun, jika minum kopi secara berlebihan dikhawatirkan bisa menembus plasenta dan berpengaruh terhadap detak jantung bayi. Jika Mom ingin minum kopi, batasi jangan terlalu banyak ya. Lebih baik Mom minum jus buah tanpa tambahan pemanis atau banyak minum air putih saja.

Ibu Hamil yang Ngidam Harus Dituruti agar Anak Tidak Ileran

Lucu ya rasanya jika Mom ngidam satu makan tertentu tapi tidak dituruti, nantinya anak yang dilahirkan akan ileran. Padahal hal tersebut tidak ada hubungannya sama sekali secara ilmiah. Entah sebenarnya ngidam itu keinginan bayi atau ibu. Menurut teori, ngidam terjadi karena adanya perubahan hormon saat kehamilan yang bisa mengubah rasa di lidah dan aroma yang dicium. Ngidam juga terjadi saat ibu hamil sedang kekurangan nutrisi, sehingga menginginkan makanan tertentu. Tidak semua makanan yang Mom idamkan harus dituruti loh, tentu harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan Mom juga. Jadi, Mom masih percaya dengan mitos-mitos yang beredar? Sebaiknya konsultasikan lebih dulu dengan dokter untuk mengetahui kebenarannya ya. Jangan langsung menelan mentah-mentah mitos tersebut ya Mom.]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top