Now Reading
Mari Mom, Kita Menjadi Teladan yang Responsif Terhadap Kejadian yang Ada di Sekitar Kita

Mari Mom, Kita Menjadi Teladan yang Responsif Terhadap Kejadian yang Ada di Sekitar Kita

Belakangan ini banyak sekali kejadian yang menegangkan berbagai pihak. Hal tersebut bisa mengakibatkan efek traumatis yang mendalam bagi seseorang yang mengalaminya dan seseorang yang ada di sekitarnya, terutama anak-anak. Kita sebagai orang tua tentu harus cara tanggap terhadap situasi tersebut dan memahami informasi yang beredar. Tentunya Mom juga akan memberikan sebuah pengertian kepada anak terhadap situasi yang sedang terjadi saat ini. Bila berbicara tentang teror kekerasan, situasi darurat, dan memahami informasi kepada anak membutuhkan waktu dan suasana yang tepat. Simak penjelasan lebih lanjut ya Mom!

Cek perasaan anak tentang kejadian teror atau situasi darurat serta mencari tahu seberapa banyak informasi awal yang dimiliki si anak.

Pada saat mengalami situasi darurat, sebaiknya Mom mencari tahu tentang perasaan anak dengan cara menanyakan situasi di sekolah, atau menanyakan apakah dia tahu tentang berita yang sedang beredar di sekolahnya. Dengan begitu, Mom bisa mengetahui apa yang dia rasakan.

Ajak anak mengenali, mengidentifikasi serta mengekpresikan emosinya.

Sebagai orang tua, Mom harus bisa mengidentifikasi serta mengenali ekspresinya. Tapi perlu diingat Mom, setiap anak memiliki tingkat kecemasan yang berbeda. Mereka akan mengekspresikan dengan cara yang unik. Jadi di sini, Mom harus benar-benar paham terhadap kondisi anak.

Mom harus bersikap tenang, begitu juga gurunya di sekolah.

Bersikaplah tenang Mom, jangan sampai Mom ikut menularkan kekhawatiran yang berlebihan kepada anak. Jangan sampai, Mom menyalahkan dan memperkuat prasangka yang salah mengenai kelompok tertentu. Mom juga harus memastikan bahwa gurunya di sekolah tidak melakukan hal tersebut.

Apabila anak berbagi fakta, opini atau spekulasi tertentu maka Mom bisa ajukan sebuah pertanyaan mengenai kredibilitas, isu provokasi, dan cara menanggapinya.

Jika anak membagikan sebuah fakta atau opini kepada Mom soal berita yang sedang dia tangkap. Sebaiknya, Mom menanyakan kebenaran sebuah informasi tersebut, apakah berita itu berasal dari website resmi. Mom juga bisa menanyakan kembali kepada mereka sebuah manfaat apa yang didapat ketika menyebarkan berita tersebut.

Sebagai orang tua, Mom harus menjadi teladan bagi anak tentang literasi dan informasi.

Mom tunjukan kepada anak untuk bersikap kritis dan tidak menyebarkan informasi yang belum dicek kebenarannya atau informasi yang menimbulkan keresahan. Dengan menyebarkan informasi yang tidak benar akan membahayakan berbagai pihak. Hal ini bisa membuat situasi makin mencekam lho Mom. Oleh karena itu, sebagai orang tua Mom harus bisa mengajarkan kepada anak untuk tidak melakukan hal tersebut.

Mom harus memastikan bahwa anak mengetahui bagaimana bereaksi ketika berada dalam situasi darurat.

Mom harus mengajarkan mereka bagaimana bereaksi ketika mereka berada dalam keadaan darurat. Paling tidak, anak hafal nomor telepon orang tuanya serta identitas pribadi mereka, seperti nama orang tua. Dia juga harus tahu tindakan apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat, seperti mengikuti instruktur dan menghindari kerumuman.

Ajarkan anak Mom untuk sensitif  dan responsif terhadap keadaan sekitar.

Sensitif di sini adalah untuk selalu waspada dengan keadaan sekitar dan orang-orang yang tak dikenal. Sementara responsif,yaitu anak harus tanggap tentang kondisi yang ada, misalkan ada yang membutuhkan bantuan. Selain itu harus tahu cara mengungkapkan kecemasan pada orang dewasa dan memperhatikan tanda atau lambang keamanan, seperti pintu darurat, misalnya. *** Waspada itu pasti Mom! Jangan sampai anak-anak menjadi korban yang berdampak traumatik karena situasi yang buruk di sekitarnya. Apalagi jika berita tersebut dibumbui dengan berita hoax. ]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top