MENGENALKAN TUHAN TANPA RASA TAKUT, MUNGKINKAH?

Saya belajar mengaji ketika usia sekitaran kelas 2 atau 3 sekolah dasar. Bapak saya memilihkan tempat belajar mengaji yang luar biasa (sadarnya setelah tua tentang ini). Ya, tempat mengaji saya saat masih anak-anak adalah sebuah lembaga pendidikan mengaji yang cara pengajarannya berbeda dari tempat-tempat mengaji sejenisnya pada waktu itu. Saya mengaji di situ tidak diajari mengenal huruf hijaiyah satu demi satu berikut harokatnya. Saya tidak mengenal alif fatha a, alif kasro i, alif dhoma u…, a, i, u. Tapi kami langsung diajar untuk menghafat surat-surat pendek. Ya, penekanannya pada hafalan namun hafalan tersebut selalu diawali dengan penjelasan arti dari ayat per ayat terlebih dahulu. Selalu begitu sampai kami paham makna surat tersebut. Setelah itu baru menghafal.

Baca Selengkapnya

What's Your Reaction?
Kaget
0
Lucu
0
Sedih
0
Suka
0
Terpesona
0
View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2019 Blogger Perempuan Network. All Rights Reserved.

Scroll To Top