Now Reading
Kulihat,kembali tak kuterima wajah tak berdosa itu, Kata-katanya membuatku terbang ke lembah kekecewaan.

Kulihat,kembali tak kuterima wajah tak berdosa itu, Kata-katanya membuatku terbang ke lembah kekecewaan.

Berulang kali berkata sama tak terelakkan,
Suaraku terdengarkah atau tak mau mendengarkan,
Perkara-perkara menemaniku berkawan mesra,
Dan wajahmu membayangiku tak tergantikan, terbiasa.

Menari dan terus menari dengan langkah kaki syahdu,
Kedua kakiku gemetaran mendengarkan namun dirimu sebaliknya,
Sungguh dunia ini adalah nestapa!
Berkeinginan mati muda, belum waktunya. Kegelapan menutupiku.

Kamu pernah melihat seuntai senyuman dalam wajah,
Seorang perempuan polos berbeda darimu, egois.
Rindu memuncak antara kedua wajah namun kurasakan hanya perih,
Menyiksa secara jiwa dan rohani bahkan kulitku terasa diiris.

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top