Now Reading
Ketika Kita Disakiti, Perlukah Kita Membalasnya?

Ketika Kita Disakiti, Perlukah Kita Membalasnya?

Mengapa aku bersedia menjadi seorang kawan yang ternyata memusuhiku? Mengapa aku memaksakan untuk mempercayai seseorang yang sudah jelas-jelas akan mengecewakanku? Mengapa aku berusaha menjadi orang baik pada orang-orang yang tidak menghargaiku?

Semua yang terjadi pada diri kita sebenarnya tidak lepas dari diri kita sendiri. Tidak akan ada asap jika tidak ada api, kan? Jangan berteman dengan orang yang jelas-jelas tidak bisa menghargaimu dan tidak menyukaimu. Jangan pula mencintai orang yang jelas-jelas kamu tau dia bukan orang yang baik dan mencintai ketulusanmu.

See Also

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top