Now Reading
Ketika Kagok Menyesuaikan Logat Dan Kebiasaan

Ketika Kagok Menyesuaikan Logat Dan Kebiasaan

20 tahun sudah saya di Jawa dan 14 tahun tahun sudah saya menjadi warga Surabaya.
Akan tetapi, seolah hanya KTP doang, karena saya masih belum fasih berbahasa Jawa.
Dan keadaan saya masih belum terlalu move on dari saat pertama kali menyesuaikan logat dan kebiasaan dari Buton ke Jawa.

“Iye mi”

“kita sudah makan?”

See Also

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top