Now Reading
Kenali Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Kenali Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Kanker Kelenjar Getah Bening belakangan ini marak kembali kita dengar setelah komedian legendaris Olga Syahputra didiagnosa meninggal dunia karena penyakit yang satu ini.  Benarkan kanker kelenjar getah bening ini sangat berbahaya?  Bisakah dicegah?  Bisakah dikenali?  Mari kita coba mengenal tipe kanker ini.

Kanker limfoma atau kanker kelenjar getah bening adalah penyakit kanker dari sistem limfatik.  Kelenjar limfamik adalah : kelenjar getah bening, kelenjar timus, limpa dan sumsum tulang. American Cancer Society mengatakan ada dua jenis limfoma, yaitu limfoma Hodgkin (penyakit Hodgkin) dan limfoma non-Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin (LNH) dimulai di sistem limfatik di mana tumor berkembang dari suatu jenis sel darah putih yang disebut limfosit. Limfoma non-Hodgkin lebih umum terjadi.Di Indonesia, LNH bersama-sama dengan limfoma Hodgkin dan leukemia menduduki urutan peringkat keganasan ke-6.Sedangkan limfoma Hodgkin merupakan kanker dari sistem kekebalan tubuh yang ditandai dengan kehadiran jenis sel yang disebut sel Reed-Sternberg (sel raksasa biasanya berasal dari limfosit B).

Selanjutnya kita akan membahas mengenai Loimfoma Non Hodgkin (LNH) ini. Apakah penyebab dari kanker kelenjar getah bening ini?  Para ilmuwan tidak tahu persis apa yang menyebabkan limfoma, tetapi telah mengidentifikasi beberapa faktor risiko potensial, yaitu :

  • Genetika (yang diwariskan anggota keluarga)
  • Karsinogen seperti sering terpapar pestisida tertentu, herbisida dan pelarut seperti benzena, beberapa pewarna rambut dan radikal bebas.

Gejala yang sering ditemukan pada penderita limfoma pada umumnya non-spesifik, diantaranya:

  • Penurunan berat badan >10% dalam 6 bulan
  • Demam 38oC >1 minggu tanpa sebab yang jelas
  • Keringat malam banyak
  • Cepat lelah
  • Penurunan nafsu makan
  • Pembesaran kelenjar getah bening yang terlibat
  • Dapat pula ditemukan adanya benjolan yang tidak nyeri di leher, ketiak atau pangkal paha (terutama bila berukuran di atas 2 cm); atau sesak napas akibat pembesaran kelenjar getah bening mediastinum maupun splenomegali.

Tiga gejala pertama harus diwaspadai karena terkait dengan prognosis yang kurang baik.  Sayangnya, Di fase awal, penderita mungkin tidak begitu merasakan 7 gejala di atas, namun lama kelamaan akan muncul gejala yang lebih akut, terutama ketika penyakit sudah mencapai stadium 4.  Hal inilah yang mengakibatkan seringnya kanker kelenjar getah bening ini berakibat fatal karena diketahui setelah stadium lanjut.

Apa yang sebaiknya dilakukan agar Anda bisa menghindarkan diri dari penyakit yang berbahaya ini?  Apabila Anda mengetahui bahwa pada garis keturunan keluarga Anda ada riwayat penyakit kanker kelenjar getah bening ini,  atau apabila Anda sering merasa cepat lelah,  segeralah lakukan pemeriksaan untuk bisa mendeteksi dini kemungkinan penyakit ini ada atau tidak ada pada diri Anda.

  • Tes Fisi, dapat membantu mendeteksi penyakit ini secara dini; pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan pada organ limpa dan hati, untuk diagnosis pembengkakan.
  • Tes darah; data-data kuantitas dan kualitas darah melalui tes darah di laboratorium dapat membantu dokter menegakkan diagnosis dengan benar. Adanya limfoma bisa mengakibatkan kuantitas LDH (Lactate dehydrogenase) semakin meningkat
  • Pemeriksaan sinar X pada dada; untuk pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyakit kelenjar getah bening, biasanya akan digunakan sinar X untuk mendeteksi di bagian dada.

Pendeteksian lebih dini gejala kanker kelenjar getah bening membantu mengurangi tingkat resiko meningkatnya stadium penyakit. Lakukan pencegahan sebelum Anda terkena penyakit kanker ganas ini. Salah satunya dengan meningkatkan daya tahan tubuh Anda dan menjalani pola hidup sehat.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top