Now Reading
Jengkol Memang Nikmat, Tapi Bolehkah Ibu Menyusui Makan Jengkol?

Jengkol Memang Nikmat, Tapi Bolehkah Ibu Menyusui Makan Jengkol?

Ketika Mom sedang menyusui, pastinya akan memberikan asupan makanan yang bernutrisi bagi bayi. Oleh karena ASI adalah makanan utama yang terbaik bagi si Kecil. Bagaimana jika Mom suka makan jengkol, bolehkah ibu menyusui makan jengkol? Berbagai masakan yang terbuat dari jengkol bisa dikonsumsi, seperti semur jengkol, tumis jengkol, sampai jengkol mentah yang dijadikan lalapan yang dimakan dengan sambal. Bagi mereka yang menggemari jengkol, aroma bau yang keluar saat memakannya atau buang air tidaklah menjadi masalah besar. Namun, jika jengkol dimasak dengan benar, bau tersebut tidak terlalu menyengat loh.

Jangan Remehkan, Jengkol Mengandung Protein dan Vitamin Loh!

Tahukah Mom, jengkol merupakan salah satu makanan yang banyak mengandung protein, mineral, serta vitamin. Bagi Mom yang sedang menyusui, kandungan kalsium dan zat besi di dalamnya bisa mengurangi anemia.

Siapa Sangka, Jengkol Memiliki Manfaat untuk Kesehatan

Sebenarnya, jengkol mempunyai beberapa manfaat untuk kesehatan, yaitu mengandung antioksidan yang dapat mencegah berbagai penyakit kronis serta menghindari penyakit mag, karena adanya peningkatan enzim superoxide dismutase (SOD) yang berguna untuk melindungi dinding lambung akibat asam lambung.

Hati-Hati! Jengkol Juga Memiliki Dampak Negatif

Dampak yang paling nyata saat konsumsi jengkol adalah baunya yang menyengat. Sedangkan bagi sebagian orang yang mengonsumsinya, jengkol bisa mengakibatkan kristal pada ginjal.

Risiko Ibu Menyusui Makan Jengkol Bisa Terkena Kejengkolan. Nah Loh, Apa Itu?

Meskipun tidak ada larangan buat ibu menyusui makan jengkol, namun sebaiknya Mom lebih berhati-hati ya ketika memakannya. Mom boleh makan jengkol secukupnya saja, karena makan jengkol berlebihan bisa membahayakan kesehatan. Mom juga bisa mengalami keracunan jengkol yang biasa disebut dengan kejengkolan atau djengkolism. Jika Mom mengalami hal ini cobalah minum banyak air putih dan hindari menahan kencing. Kandungan nitrogen yang tinggi di dalam jengkol dapat menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal serta mungkin saja terjadi masalah pada saluran kemih dan peningkatan produksi asam lambung. Jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan perut kembung, nyeri, perih, sesak, dan mual. Kondisi ini bisa mengakibatkan banyaknya produksi hormon cortisol , yaitu hormon stress yang dapat menurunkan produksi ASI yang Mom miliki.

Penting, Jangan Lupakan untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas ASI ya Mom!

Daripada Mom bingung karena produksi ASI menurun, lebih baik fokus mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang mengandung tinggi protein, kalsium, vitamin C, dan zat besi. Mom juga perlu mencukupi kebutuhan cairan dengan banyak minum air putih paling tidak 8 hingga 14 gelas per hari. Mom juga sebaiknya menghindari  stres dan banyak istirahat untuk mengatasi kelelahan ya agar produksi ASI bisa meningkat. Mom, sekarang sudah tahu bukan apakah ibu menyusui boleh makan jengkol atau tidak. Intinya apapun yang Mom makan, konsumsilah dengan bijak dan tidak berlebihan. Pilihan makanan yang bervariasi membuat rasa ASI yang berbeda, begitu pula saat akan makan jengkol. Fokuslah pada nutrisi si Kecil yang diberikan melalui ASI.]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top