Now Reading
Janda dan Stigma

Janda dan Stigma

Menjadi janda di usia muda tidak lantas membebaskan saya dari stigma. Ada banyak hal yang membuat saya kerap merasa jengah karena ketika mendengar kata “janda”, ada banyak telinga dan mata yang tiba-tiba berubah menjadi agresif.

Ada yang tiba-tiba berusaha empatik dengan menanyakan alasan kenapa saya menjanda atau cuma sekadar bilang, “Maaf ya, saya nggak tahu.”; ada yang tiba-tiba berubah jadi serigala dan menawarkan macam-macam “bantuan” yang sebenarnya nggak dibutuhkan, “Kalau butuh teman, hubungi saya aja.”; ada yang pura-pura nggak kenapa-kenapa, tapi di belakang berseliweran kasih info sana-sini; atau ada juga yang berusaha santai-tapi-salah dengan melemparkan lelucon yang sebenarnya tidak layak disampaikan. Mulai dari mengomentari fisik, “Pantesan seksi banget, ya.” sampai mengom

See Also

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top