Now Reading
Jadi novelis, “One Season” episode 3

Jadi novelis, “One Season” episode 3

Jelas sekali kalau itu tidak benar, dia akhirnya diam saja seolah tidak melakukan kesalahan apapun. Aku ikut diam sambil memandangnya. Namun entah mengapa aku menahan tawa.

“Sebaiknya kau pulang, ini sudah malam.”
“jam berapa?”
“jam 12”

dia terdiam. Mungkin memandangku. Lalu tanpa pamit dan mengatakan apapun ia berbalik dan pergi.

Aku terpaku cukup lama di sana. Sampai gadis itu tak terlihat aku masih menatap jalan yang ia lalui. Aku merasa khawatir padanya, kenapa…? Apa karena bekal yang diberikannya padaku…? Apa karena kertas-kertas dengan tulissan itu…?

See Also

Aku tersadar, berjengit saat setetes salju menyentuh ujung hidungku. Sambil berlari aku meraptkan jaket dan pulang ke rumah.

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top