Now Reading
Physical Distancing Korban Bullying

Physical Distancing Korban Bullying

“Halo, apa kabar? Eh, kamu jangan ngetawain saya, ya. Ini karena saya mengikuti anjuran untuk melaksanakan physical distancing,” sapa psikiater sambil tertawa, saat dua hari lalu aku mengantarkan si Sulung berkonsultasi sesuai jadwalnya.

Maklum, baru kali ini kami melihat Bu Dokter mengenakan pakaian APD. Antara meja Beliau dan kursi pasien yang menghadapnya pun terdapat jarak dengan tanda silang di lantai. Tanda tidak boleh terlalu dekat mengobrolnya.

Physical distancing alias pembatasan jarak fisik bukan hanya diterapkan dalam ruang dokter. Di ruang tunggu pun, tampak kursi-kursi yang dihiasi dengan silang selotip besar berwarna merah atau kuning sehingga tidak bisa diduduki. Setiap kursi akan berseling dua kursi yang disilang dengan kursi lain yang bisa dipakai.

See Also

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top