Now Reading
Hati-Hati Penyakit Herpes Simpleks, Infeksi Virus yang Cepat Menular

Hati-Hati Penyakit Herpes Simpleks, Infeksi Virus yang Cepat Menular

Pernahkah Mom mengenal istilah herpes? Mungkin di pikiran Mom, istilah ini merujuk pada  penyakit kulit. Ya, penyakit herpes adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes yang menyerang manusia. Virus ini dikenal dengan nama Human Herpes Virus (HHV). Ada banyak jenis atau tipe virus herpes. Namun, yang paling umum terjadi di masyarakat adalah herpes simpleks dan zoster. Pada artikel ini, kita hanya akan membahas mengenai herpes simpleks saja ya Mom!

Perhatikan Mom! Herpes simpleks yang disebabkan virus ini  menyerang area genital luar, seperti anus.

Herpes simpleks adalah infeksi yang disebabkan oleh HSV (Herpes Simplex Virus). Virus ini menyerang area genital luar, anus, permukaan mukosa, dan kulit di bagian tubuh yang lain. Ada dua jenis virus herpes simpleks, tergantuk letak di mana herpes timbul, yaitu HSV-1 dan HSV-2. Infeksi HSV-1 terjadi di area mulut dan bibir, sedangkan HSV-2 timbul di area genital. Herpes simpleks termasuk salah satu penyakit infeksi menular seksual (IMS) karena umumnya ditularkan melalui hubungan seksual (vagina, anal, dan oral). Berdasarkan data WHO 2012, diperkirakan ada 3,7 miliar orang di bawah usia 50 tahun atau 67 persen dari populasi manusia terinfeksi HSV-1. Data lain menunjukkan lebih dari 50 persen orang di Amerika Serikat terkena HSV-1 dan sekitar 15,5 persen berusia 14–49 tahun terkena HSV-2.

Penyebab herpes simpleks adalah virus yang ditularkan melalui mulut, kulit, dan kelamin. Jadi berhati-hatilah, Mom.

Herpes simpleks disebabkan oleh virus herpes simpleks, yaitu HSV-1 dan HSV-2. Kedua jenis virus ini sangat mudah menular. HSV dapat menular dan masuk ke dalam tubuh melalui berbagai membran mukosa, seperti mulut, kulit, dan kelamin. Virus ini seringkali menetap di tubuh manusia dan suatu saat bisa aktif lagi. Saat virus ini aktif, gejala-gejala herpes simpleks akan kembali muncul. Virus ini bisa kambuh antara empat sampai lima kali pada dua tahun pertama sejak terinfeksi. Ketika pertama kali terinfeksi, tubuh akan menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi. Hal itu membuat tubuh bisa mengenali virus dan menyusun kekuatan yang dibutuhkan untuk melawan HSV secara lebih efektif. Oleh karena itu, infeksi atau gejala kambuhan yang terjadi tidak akan separah infeksi pertama. Frekuensinya akan berkurang dan gejalanya akan lebih cepat hilang. Penularan herpes simpleks dapat terjadi melalui kontak langsung dari orang yang terinfeksi. Saat HSV ada di permukaan kulit orang yang terinfeksi, ia dapat dengan mudah diteruskan ke orang lain melalui bagian yang lembap dari dinding kulit yang melapisi mulut, anus, dan alat kelamin. Virus ini juga dapat menyebar ke individu lain melalui area kulit lainnya, begitu juga dengan mata. Namun demikian, seseorang tidak dapat terinfeksi HSV dengan hanya menyentuh benda, seperti handuk, alat makan, dan sikat gigi, kecuali dengan alat bantu seksual yang dipakai oleh penderita herpes. Hal ini karena virus tidak akan mampu bertahan lama jika terlepas dari kulit. Infeksi dapat terjadi dengan cara berikut.
  1. Melakukan hubungan seksual tanpa kondom.
  2. Melakukan seks oral dengan orang yang mengalami luka dingin.
  3. Berbagi mainan seks.
  4. Melakukan kontak kelamin dengan orang yang terinfeksi HSV.

Gejala Herpes Simpleks bisa dengan infeksi primer dan gejala infeksi berulang. Pada beberapa kasus bahkan tidak mengalami tanda-tanda terinfeksi.

Virus HSV terkadang tidak menunjukkan gejala. Kebanyakan orang tidak mengalami gejala selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah terinfeksi. Akibatnya, mereka tidak tahu bahwa dirinya telah terinfeksi virus herpes. Gejala-gejala herpes simpleks yang dapat muncul terbagi menjadi dua, yaitu gejala infeksi primer yang terjadi saat seseorang pertama kali terinfeksi dan gejala infeksi berulang. Gejala infeksi primer
  1. Luka lepuh dan nanah di area genital luar, vagina, atau leher rahim.
  2. Sakit dan gatal.
  3. Pembesaran kelenjar getah bening.
  4. Sakit saat buang air kecil.
  5. Malaise (merasa tidak sehat).
  6. Dingin di sekitar mulut.
Gejala infeksi berulang Gejala ini tidak berlangsung lama seperti pada tahap infeksi primer. Biasanya berlangsung tidak lebih dari sepuluh hari.
  1. Terbakar atau kesemutan di sekitar alat kelamin sebelum luka muncul.
  2. Dingin di sekitar mulut.
  3. Luka yang memerah
  4. Wanita mungkin mengalami luka lepuh dan nanah di area serviks.

Pengobatan herpes simpleks bisa dilakukan di rumah dengan beberapa hal. Asal dilakukan dengan benar, itu akan membantu mempercepat proses penyembuhan.

Pengobatan herpes simpleks dapat dilakukan dengan pengobatan mandiri di rumah untuk membantu meredakan gejala yang muncul. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
  1. Mandi dengan air garam.
  2. Berendam dalam bak mandi yang hangat.
  3. Bersihkan luka agar tidak menjadi infeksi dengan air biasa atau garam.
  4. Tutup luka dengan es batu yang dibalut dengan kain.
  5. Hindari penggunaan pakaian ketat di sekitar area yang terkena herpes.
  6. Cuci tangan, terutama setelah menyentuh area yang terkena.
  7. Oleskan krim pereda rasa sakit pada luka lepuh.
  8. Menahan diri dari aktivitas seksual sampai gejala hilang.
  9. Perbanyak minum air mineral.
  10. Konsumsi obat pereda rasa sakit.
Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyingkirkan virus herpes. Dokter akan memberikan obat antivirus, seperti asiklovir guna mencegah virus berkembang biak.]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top