Now Reading
Gugur Asmara

Gugur Asmara

Tiap ruang-ruang hampa ini membuatku bengap. Apa dayanya jika gempita menelanku bulat-bulat. Bukankah tandanya ini semua sudah tamat?

Jiwanya meyakinkan ragaku bahwa untuk selalu menitih tiap lingkup perjalanan. Tahanlah, katanya. Aku hanya mendengarkan kata-katanya berlalu di telingaku. Hanya berlalu karena nalarku sudah musnah.

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top