Now Reading
Framing

Framing

Aku melompat turun dari tembok dengan gusar, “woi! siapa disana!” teriakan itu terasa sangat dekat, memicuku untuk berlari secepat mungkin menerabas semak-semak menuju jalan raya. Dalam keremangan malam disinari cahaya bulan separuh di langit yang pekat, detak jantung berdegup kencang mengiringi setiap lompatanku ketika melewati bebatuan di jalan setapak, beruntung aku tidak tersandung. Di balik sebuah pohon yang cukup besar untuk menutupi tubuhku, aku berhenti sejenak mengatur sedikit pernafasan dan memejamkan mata, karena malam semakin pekat aku harus mengatur cahaya yang bisa masuk dalam penglihatan manusia. Ini semacam orientasi untuk kornea mata, dari tempat yang cukup terang kemudian memasuki kegelapan.

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top