Now Reading
FICTION: KAPAL YANG KARAM #PART 2

FICTION: KAPAL YANG KARAM #PART 2

Sebulan berlalu, Aku masih berdiri dengan keteguhan dan harapan yang sama, Aku yakin Mas Hanif kembali seperti katanya sebelum pergi.

“Kamu ga telepon Mas Hanif saja Mba?” Dewi membuyarkan lamunanku.

“Eh, kamu toh Wi, mengagetkan saja” Aku menyeruput teh yang ada di depanku.

“Jangan mengalihkan pembicaraan Mba, ditelepon suamimu itu” Dewi menyerobot segelas teh yang ada dalam genggamanku.

“Tidak diangkat” jawabku pelan.

See Also

“Kalau begitu, langkah apa yang mau kamu ambil? Bertahan?” Dewi menaruh segelas teh tadi.

Aku menggelengkan kepala, menatap wajah Dewi dengan sepasang mata sembab. Entah sudah berapa ribu airmata mengalir…

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top