Now Reading
Benar Nggak sih Mom, Micin Bisa Bikin Bodoh? Cek Faktanya di Sini!

Benar Nggak sih Mom, Micin Bisa Bikin Bodoh? Cek Faktanya di Sini!

Generasi micin! Mungkin Mom sering mendengar sebuah ungkapan tersebut. Semacam ejekan yang mengaitkan dengan “micin” atau vetsin atau MSG dengan seseorang yang memiliki sifat yang kurang baik. Baik hanya sebagai bahan bercandaan atau pun kemarahan. Penyedap rasa atau yang sering disebut MSG itu seringkali digunakan oleh banyak orang, terutama di Indonesia. Tidak cuma orang dewasa, bahkan anak-anak sering mengonsumsinya melalui jajanan yang beredar. Banyak stigma yang buruk tentang penyedap rasa atau micin ini. Salah satunya terkait dengan kebodohan. Namun benarkah demikian?

Tidak ada bukti ilmiah tentang dampak penggunaan micin terhadap kesehatan bahkan penyebab kemunduran kecerdasan.

Sebenarnya sebuah ungkapan “Generasi Micin” dan sejenisnya itu berasal dari sebuah kepercayaan di masyarakat, bahwa penyebab micin dapat membuat seseorang bodoh atau sakit. Memang sudah lama Mom, micin dijadikan kambing hitam akan berbagai kerugian kesehatan. Parahnya lagi, ada yang mengatakan bahwa micin bersifat karsinogenik atau pemicu kanker. Padahal Mom, teori tersebut belum terbukti secara ilmiah. Hal ini pun rupanya terjadi di Amerika. Sejak akhir tahun 60-an, MSG dianggap sebagai biang penyakit dan dijauhi dari berbagai macam makanan. Padahal tahun 1950-an penyedap rasa ini sangat populer dan digunakan hampir di semua makanan hingga makanan bayi sekalipun.

Secara kimiawi, MSG terdiri dari sodium dan glumatame tidak menyebabkan kebodohan apalagi membahayakan tubuh.

Senyawa glutamat pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Jepang. Kikunae Ikeda pada tahun 1908. Glutamat adalah senyawa yang bertanggung jawab untuk memperkuat rasa umami pada indra pengecap. Melalui berbagai macam percobaan, akhirnya Ikeda menemukan cara untuk membuat senyawa glutamat secara sintetik dan menggabungkannya dengan natrium agar stabil dan berbentuk kristal sehingga mudah ditaburkan pada masakan. Asam glutamat pun merupakan senyawa alami yang terdapat dalam berbagai bahan masakan, seperti bahan masakan yang kaya akan protein, misalnya daging, susu, dan beberapa sayur-sayuran. Bahkan tubuh kita sendiri pun memproduksi asam glutamat. Ingat! Hal ini pun sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para peneliti, bahkan diakui oleh American Chemical Society.

Sudah banyak penelitian dan asosiasi imuwan yang membuktikan bahwa micin aman dikonsumsi dan tidak berdampak buruk pada kecerdasan.

Parahnya, meskipun beragam penelitian tentang micin sudah banyak yang membuktikan bahwa micin tidak menyebabkan pengaruh terhadap kecerdasan dan kesehatan. Namun tetap saja ungkapan generasi micin masing sering terdengar kan Mom? Pada dasarnya untuk mengubah persepsi seseorang tidaklah mudah.

Pandangan buruk MSG itu berasal dari surat dari seorang dokter yang mengalami hal buruk ketika usai menyantap makan ber-MSG.

Begini sejarahnya Mom! Pada tahun 1968 Jurnal keseharan New Engand menerbitkan sebuah surat tentang sebuah keluhannya setelah makan di restoran chinese food yang terkenal menggunaka MSG. Sejak saat itu, orang-orang jadi lebih waspada terhadap zat kimia yang ditambahkan pada makanan mereka. Tapi, rupanya teori tersebut hanya berdasarkan kira-kira saja. Sampai saat ini pun tidak ada penelitian ilmiah yang berhasil membuktikan efek negatif konsumsi MSG dalam takaran normal pada tubuh manusia. Bahkan orang yang mengaku sensitif dan alergi dengan MSG pun tidak merasakan efek apa pun ketika menyantap makanan ber-MSG. BPOM Amerika Serikat pun masih tetap mencatat MSG sebagai bahan makanan tambahan yang aman dikonsumsi. Nah, itu artinya dampak negatif dari MSG lebih cenderung merupakan sebuah efek psikologis dari sugesti massal. ]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top