Now Reading
Kenali Mom, Ciri Ciri Penyakit DBD

Kenali Mom, Ciri Ciri Penyakit DBD

aedes aegypti.  Seseorang yang terkena gigitan nyamuk aedes aegypti akan menyebabkan penyakit dalam dua bentuk, yaitu demam dengue (dengue fever), dan demam berdarah dengue (the dengue triad).

Ciri-Ciri Penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue)

Penyakit DBD ini kalau dibiarkan akan membahayakan bahkan tidak jarang menyebabkan kematian.  Untuk itu sebaiknya kita mengenal ciri-ciri penyakit DBD sebelum terlambat.   Ciri-cirinya biasanya telah dimulai empat sampai enam hari setelah infeksi dan berlangsung hingga 10 hari.  Ciri-ciri penyakit DBD secara umum adalah sebagai berikut ini.
  • Demam tinggi tiba-tiba selama 2-7 hari.  Demam atau suhu tubuh bahkan hingga mencapai 38-40 derajat celcius.
  • Sakit kepala yang parah hingga seperti melayang.
  • Kelelahan dan lemas.
  • Nyeri pada otot yang sangat menyiksa.
  • Sakit di belakang mata.
  • Ruam kulit, muncul bintik kemerahan pada kulit dua sampai lima hari setelah dema.m
  • Mual-mual.
  • Muntah, bahkan bisa muntah darah (hematemesis).
  • Buang air besar kadang berdarah.
  • Nyeri di ulu hati akibat perdarahan di lambung.
  • Pendarahan ringan (seperti hidung berdarah atau mimisan, gusi berdarah, dan mudah memar).
  • Apabila sudah semakin parah, penderita mengalami kegelisahan.
  • Berkeringat dingin pada ujung kaki dan tangan.
–  Sakit tulang. – Panas dingin. – Kesulitan bernafas, agak sesak. – Nyeri sendi .- Tidak nafsu makan. – Sakit pinggang. – Pembengkakan di kelenjar getah bening. – Diare dalam beberapa lama. – Batuk yang sulit berhenti. Pada ciri-ciri awal penyakit demam berdarah kadang penderita tidak sadar.  Gejala atau ciri-ciri tahapan awal memang seperti orang yang terkena influenza atau infeksi virus lainnya.  Sehingga orang sering kali salah.   Untuk itu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar diperiksa lebih lanjut.  Biasanya dokter akan menguji dengan berbagai macam tes. Penderita DBD akan positif terjangkit apabila jika melakukan tes trombosit maka hasilnya tidak lebih dari 100.000 mm3 (milimeter kubik).  Waspada, ini menjadi sangat berbahaya karena bisa menyangkut nyawa penderita.  Tes lainnya, yaitu pada hasil tes tourniquet yang  menunjukkan hasil yang positif.   Tes tourniquet atau dikenal juga Rumple leed test adalah salah satu tes atau cara untuk menentukan apakah seseorang terkena demam berdarah atau tidak.  Tes ini dianggap cara yang cukup mudah dan cepat.  Kemudian dokter juga akan melihat apakah telah terjadi pembesaran plasma darah.  Hal ini bisa dilihat dengan adanya kenaikan pada dinding pembuluh darah. Anak-anak yang lebih muda dan orang-orang yang tidak pernah memiliki infeksi virus sebelumnya, cenderung memiliki kasus lebih ringan daripada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua.   Namun, pada tahap selanjutnya pekembangan penyakit DBD bisa menjadi masalah serius.  Untuk DBD yang serius bisa menjadi komplikasi penyakit.  Apabila telah komplikasi ciri-cirinya penyakit DBD  ditandai dengan demam tinggi, kerusakan pada getah bening dan pembuluh darah, pendarahan dari hidung (mimisan) dan gusi, pembesaran hati, dan kegagalan sistem peredaran darah.   Apabila semakin parah gejalanya menjadi lebih berkembang lagi, bisa saja pendarahan yang sangat hebat, dan berujung kematian.  Tidak ada obat yang secara spesifik untuk mengobati DBD.  Namun, biasanya dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit dengan asetaminofen.  Penderita juga diharuskan untuk beristirahat, mengonsumsi banyak cairan, dan hal-hal yang dianjurkan oleh dokter.  Untuk itu, apabila Anda merasa ciri-ciri penyakit DBD telah menyerang Anda, segera secepatnya langsung menghubungi dokter. Sementara itu, cara tebaik untuk mencegah penyakit demam berdarah adalah dengan menghindar gigitan nyamuk aedes aegypti.  Sesuai dengan kampanye pemerintah cobalah untuk melakukan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur.      ]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top