Now Reading
Ciri-Ciri Jika Anda Mengidap Diabetes Mellitus Tipe 2

Ciri-Ciri Jika Anda Mengidap Diabetes Mellitus Tipe 2

Diabetes melitus atau yang secara awam disebut sebagai diabetes saja adalah salah satu penyakit kritis karena mempunyai resiko efek samping yang cukup berbahaya bagi tubuh.  Artikel kali ini akan membahas lebih jauh mengenal diabetes melitus ini.

 

Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemi, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.  Diabetes Mellitus juga sering disebut sebagai The great imitator karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan dan gejala yang sangat bervariasi. Seringkali orang menganggap penyakit Diabetes Mellitus disebabkan oleh faktor keturunan saja, padahal faktor utama penyebab diabetes justru merupakan pola hidup tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan tinggi kalori, obesitas, rendah serat dan jarang berolahraga.

 

Diabetes Mellitus timbul secara perlahan-lahan dan tidak menimbulkan gejala klinis yang berarti sehingga penderita tidak menyadari akan adanya perubahan seperti rasa haus terus-menerus, sering buang air kecil, sering merasa lapar ataupun berat badan menurun. Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan, sampai kemudian penderita memutuskan memeriksakan diri ke dokter dan diperiksa gula darahnya dan akhirnya divonis menderita diabetes.

 

TIPE DIABETES MELLITUS

  1. Diabetes Mellitus Tipe I.  Diabetes Mellitus tipe I disebut juga Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Pada diabetes jenis ini pankreas tidak dapat memproduksi insulin sama sekali. Sehingga penderita harus menerima insulin dari luar dengan cara disuntik. Itulah sebabnya mengapa diabetes jenis ini disebut diabetes tergantung insulin, karena jika penderita tidak diberikan insulin penderita bisa tiba-tiba tidak sadarkan diri atau koma diabetik. Penderita diabetes tipe ini jumlahnya sangat sedikit, di indonesia sendiri hanya sekitar 1 persen dari total penderita diabetes. Diabetes Tipe I biasanya mengenai anak dan remaja. Faktor utamanya adalah autoimmune dimana sistem kekebalan tubuh merusak sel-sel penghasil insulin di pankreas.
  2. Diabetes Mellitus Tipe II.  Diabetes Mellitus tipe II, yaitu DM yang tidak tergantung insulin (Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus(NIDDM)). Diabetes tipe ini juga disebut juga diabetes lifestyle, karena selain faktor keturunan, penyebab utamanya adalah gaya hidup tidak sehat. Diabetes tipe 2 berkembang dengan lambat dan bisa melalui proses tahunan. Penderita diabetes tipe ini tidak harus selalu memerlukan insulin suntik karena pankreas masih dapat menghasilkan insulin, tetapi insulin tidak dapat bekerja efektif karena terjadi resistensi insulin dalam tubuh sehingga kadar gula dalam darah naik.

 

Diabetes tipe 2 terjadi karena penurunan produksi insulin dalam tubuh sehingga fungsinya tidak maksimal atau tubuh mulai menjadi kurang peka terhadap insulin. Reaksi ini dikenal dengan istilah resistansi terhadap insulin. Jenis ini biasanya menyerang orang-orang berusia di atas 40 tahun. Tetapi usia pengidapnya akhir-akhir ini bertambah muda. Diabetes tipe 2 juga lebih sering dialami oleh etnis Asia dibanding etnis lain.

 

Tidak seperti diabetes tipe 1, yang dapat dikendalikan dengan injeksi insulin ke dalam tubuh secara teratur, penderita diabetes tipe 2 biasanya tidak memerlukan injeksi insulin tetapi harus menurunkan berat badan mereka untuk memperbaiki resistensi insulin. Perubahan gaya hidup, seperti berhenti merokok, menghindari minum alkohol, mempertahankan diet sehat dan menghindari makan terlalu banyak makanan bergula, sangat penting untuk mengendalikan diabetes tipe 2. Apabila diabetes tidak terkendali, hal ini dapat menyebabkan komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa, seperti stroke, serangan jantung dan penyakit jantung koroner.

 

Gejala diabetes bervariasi dan ada beberapa yang sama antara gejala diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Di antaranya:

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Sering merasa haus dan sering kelelahan.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Turunnya berat badan.

 

Konsultasikanlah kepada dokter jika Anda merasakan gejala-gejala di atas sehingga diagnosis serta pendeteksian dini dapat dilakukan dan Anda bisa terbebas dari penyakit diabetes melitus tipe 1 maupun diabetes melitus tipe 2.  Mulailah menerapkan pola hidup sehat sekarang juga.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top