Now Reading
Ciri Anak Hiperaktif Dan Cara Mengatasinya

Ciri Anak Hiperaktif Dan Cara Mengatasinya

Memiliki anak yang aktif pastilah dambaan setiap orang tua. Siapa yang tidak sedih melihat anaknya banyak menyendiri padahal menurut usia perkembangannya seharusnya dia aktif bergerak dan banyak ingin tahu. Tapi anak yang terlalu aktif atau hiperaktif justru menjadi kelainan yang membutuhkan perhatian khusus untuk mengatasinya. Hiperaktif dalam bahasa kedokterannya adalah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Anak pengidap ADHD memiliki kelainan otak kanan baik pada bagian depan atau pada senyawa kimia penghantar rangsangan sehingga ukuran otak kanan lebih kecil daripada otak kiri.

Anak dengan kelainan ADHD sebenarnya dapat dideteksi sejak ia masih balita dengan memperhatikan pola tingkah lakunya atau dengan tes kedokteran. Sebelum mengetahui cara mengatasi anak hiperaktif, kenali dulu ciri-cirinya:

Tidak bisa diam

Anak dengan ADHD sama sekali tidak bisa duduk diam dan sulit untuk mendapatkan perhatiannya. Misalnya di kelas playgroup anak ADHD akan mengganggu temannya tanpa sebab yang jelas, atau bergonta ganti mainan dan tidak dapat memperhatikan kelas.

Ingatannya pendek

Anak balita seharusnya mampu menyerap dan mengingat segala sesuatu di sekelilingnya karena otaknya yang normal bekerja seperti spons. Namun anak ADHD akan kesulitan untuk mengingat untuk mengerjakan PRnya, tidak mentaati peraturan, atau seringkali barangnya ketinggalan, perhatiannya terhadap sesuatu tidak lebih dari 10 menit termasuk bila diajak ngobrol.

Kurang sabar

Anak dengan ADHD tingkat kesabarannya sangat pendek dan ingin semuanya berjalan dengan cepat. Jika tidak dipahami, orang lain akan menganggap sikap seperti ini sebagai sikap yang tidak sopan dan akan memandang rendah si anak. Dalam kelas pun bisa jadi ia akan menyela ajaran yang diberikan oleh guru karena ia tidak bisa sabar menunggu penjelasan.

Cara mengatasi anak hiperaktif biasanya melalui terapi. Terapi yang diterapkan pada masing-masing anak bisa berbeda-beda karena sifatnya yang case by case. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua dengan anak ADHD:

Terapi yang pertama adalah ABA (Applied Behavioral Analysis). Terapi ini mengajarkan anak untuk mengikuti semua peraturan yang diberikan dengan sistem reward and punishment.

Yang kedua adalah Sensory Integration (SI). Terapi SI untuk merangsang respon impulsive sensornya sehingga anak dapat mengkoordinasikan gerakan ototnya sesuai dengan perintah otaknya.

Ubah cara mengajar dengan cara yang lebih menyenangkan misalnya dengan visual yang beragam dan warna-warni. Usahakan pelajaran yang diberikan ringkas agar anak tidak cepat bosan. Selain itu gunakan cahaya lampu yang redup dengan latar belakang musik yang menenangkan sehingga anak bisa duduk dengan tenang dan berkonsentrasi pada pelajarannya.

Biarkan ia mengeksplor dunia luar dan jangan memberi batasan yang terlalu sempit untuknya. Bila kamu ingin menarik perhatian anak ADHD gunakan pelukan dan suara lembut untuk berbicara pada mereka, bukan dengan suara keras karena anak akan melawan.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top