Now Reading
Bukan Panu, Bercak Putih di Kulit Boleh Jadi Ciri-Ciri Penyakit Kusta

Bukan Panu, Bercak Putih di Kulit Boleh Jadi Ciri-Ciri Penyakit Kusta

Tahukah Mom dengan ciri-ciri penyakit kusta? Ciri-ciri penyakit kusta biasanya ditandai dengan adanya bercak putih di kulit.   Namun demikian, banyak orang salah menilai penyakit ini karena kesamaan gejala dengan penyakit kulit lainnya, seperti panu. Padahal panu dan kusta adalah dua penyakit yang berbeda.

Mom, meskipun penyakit kusta dan panu punya tanda atau gejala yang sama namun penyakit kusta dan panu itu sangat berbeda. Kusta lebih berbahaya!

Penyakit kusta lebih berbahaya dibandingkan dengan panu, untuk itu tidak boleh diabaikan begitu saja.  Dampak jika membiarkan penyakit kusta bisa menyebabkan mati rasa di kulit, borok, infeksi, dan kebutaan.  Dampak yang lebih serius jika penyakit kusta tidak diobati bahkan penderita bisa mengalami kecacatan, seperti kelumpuhan dan amputasi. Penyakit kusta dan panu memang memiliki tanda atau gejala yang mirip dengan adanya bercak putih di kulit.  Perbedaannya adalah pada ciri-ciri penyakit panu, biasanya penderita mengalami gatal di kulit. Sedangkan ciri-ciri penyakit kusta tidak ada rasa gatal sama sekali.  Ciri-ciri penyakit kusta lebih cenderung mati rasa, tidak perih, dan tidak sakit.

Perlu diketahui ya Mom, penyakit kusta adalah penyakit menular dan anak-anak sangat potensial untuk tertular. Namun demikian penularannya terjadi oleh beberapa hal.

Penyakit kusta adalah adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.  Bakteri inilah yang mempengaruhi kulit dan saraf. Penyakit kusta sering disebut penyakit lepra diambil dari nama bakterinya dan sering pula disebut dengan nama penyakit Morbus Hansen.  Nama Morbus Hansen diambil dari nama Dr. Gerhard Armauwer Hansen, yang menemukan kuman kusta pada tahun 1874. Penyakit kusta adalah penyakit menular. Akan tetapi kusta sebenarnya sulit untuk menulari orang lain.  Kusta bisa tertular hanya jika seseorang mendekati dan berinteraksi secara intensif dalam waktu yang lama.  Penyakit ini juga bisa menulari melalui tetesan air hidung dan mulut dari seseorang dengan kusta yang tidak diobati, seperti batuk, ingus, dan bersin.  Penyakit kusta lebih berpotensial menulari anak-anak. Menurut penelitian bahwa ada sekitar 600 orang terdiagnosis setiap harinya menderita kusta, 50 diantaranya adalah anak-anak.  Indonesia sendiri saat ini masih menjadi negara dengan tingkat penderita kusta yang tinggi.

Ciri-ciri penyakit kusta biasanya ditandai oleh bercak seperti panu, tapi selain itu masih ada lagi.  

Ciri-ciri umum pada penyakit kusta ditandai dengan bercak putih, adanya luka atau benjolan kulit yang tidak hilang meski sudah beberapa minggu bahkan bulan.  Kemudian timbul kerusakan saraf yang mengakibatkan mati rasa atau berkurangnya sensitivitas pada lengan dan tungkai. Kerusakan saraf juga akhirnya menyebabkan kelemahan otot.  Seorang yang telah terinfeksi bakteri penyebab penyakit kusta akan kesulitan menentukan kapan dan di mana penderita terpapar bakteri Mycobacterium leprae.  Sebab biasanya dibutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 3 sampai 5 tahun untuk memunculkan gejala penyakit kusta, setelah bersentuhan dengan bakteri penyebab kusta. Beberapa orang bahkan tidak mengalami gejala apapun sampai 20 tahun kemudian. Waktu ini disebut masa inkubasi, yaitu waktu antara terpapar bakteri dan munculnya gejala penyakit kusta. Penyakit kusta terdiri dari dua jenis, yaitu jenis kusta basah dan kusta kering.  Perbedaan ciri-ciri penyakit kusta basah dan kusta kering adalah sebagai berikut.

Jenis kusta kering atau pausi basiler (PB)

Pada jenis ini biasanya ciri-ciri penyakit kusta kering, yaitu adanya bercak putih pada kulit yang mirip dengan panu.  Selain itu, pada permukaan bercak tidak berkeringat, kering,kasar, dan tidak tumbuh rambut.

Jenis kusta basah atau multi basiler (MB)

Pada jenis ini biasanya bercak yang ditimbulkan adalah bercak kemerahan yang tersebar merata pada hampir seluruh kulit badan.  Bercak ini diikuti pula dengan penebalan pada kulit serta pembengkakan. Jenis kusta basah ini sangat mudah menular.

Mom, jika kusta tidak ditangani dengan benar, maka akan menyebabkan hal yang lebih parah. Untuk itu pengobatan penyakit kusta harus dilakukan dengan disiplin dan benar.

Penyakit kusta harus segera diobati ya Mom.  Obat untuk mengobati penyakit kusta biasanya obat kombinasi, yaitu pengobatan dengan lebih dari satu macam obat.   Selain itu pengobatan juga harus intensif dan sesuai anjuran yang direkomendasikan. Tanpa pengobatan yang benar, kusta dapat merusak kulit, saraf, lengan, kaki, mata, hidung secara permanen.  Mati rasa karena kerusakan syaraf pada penderita kusta menyebabkan seorang penderita bisa mengalami kecacatan disebabkan dia tidak merasa sakit apabila tangan atau kakinya putus, terbakar, terluka, dan terpotong.  Komplikasi kusta juga bisa menyebabkan glukoma, pembengakakan pada wajah, disfungsi ereksi, dan gagal ginjal. Untuk itu segeralah periksakan diri ke dokter apabila Mom atau keluarga Mom teridentifikasi mengalami ciri-ciri penyakit kusta tersebut. Lalu, minum obat secara disiplin dan teratur.  ]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top