Botol Motif Terbaru dari Pigeon, KreAsi Anak Bangsa untuk Melestarikan Budaya Nusantara

Dalam melestarikan salah satu warisan bangsa serta memperingati perayaan Hari  Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, Pigeon sebagai brand produk perlengkapan bayi terpecaya kembali meluncurkan motif desain batik yang memiliki filosofi dalam setiap desainnya.

Kontribusi Pigeon dalam melestarikan budaya batik yang diaplikasikan pada produk botol diperkenalkan sejak tahun 2014 hingga tahun ini yang merupakan tahun ke-6 bagi Pigeon. Pigeon berkolaborasi dengan Designer Batik berbakat, Iwet Ramadhan untuk memperkenalkan botol motif batik terbaru dengan karakter Phoenix (Lok Can) dan Sulur (Rumput). Motif Phoenix (Lok Can) yang mana digambarkan burung yang besar, merupakan hewan dari mitologi Yunani, Mesir. Phoenix sendiri memiliki filosofi sebagai simbol keabadian, kekuatan perempuan dan keanggunan. Motif Sulur (Rumput) merupakan simbol bakal tumbuhan yang bermakna agar dapat berkembang dengan baik.

Anis Dwinastiti, General Manager Marketing Division, Pigeon, menjelaskan“ Tujuan dari botol dengan motif batik, yaitu sebagai bentuk kepedulian Pigeon terhadap melestarikan budaya lokal,” jelasnya.

Iwet Ramadhan menambahkan, “Pemilihan motif batik kali ini dengan diskusi yang panjang sekali, karena motif memang harus ramah anak, takutnya anak malah takut dengan motif yang saya buat,” imbuhnya.

Di samping itu, dalam memperingati Hari Batik Nasional, Pigeon juga memiliki kegiatan “Pigeon Batik Exhibition”, menampilkan seluruh koleksi botol Pigeon dengan motif batik dan koleksi batik Pigeon. Dalam pameran tersebut juga menampilkan foto motif-motif kain batik dari berbagai daerah, di antaranya: Cirebon, Pekalongan, Lasem, Yogyakarta, Solo, Madura, dan Bengkulu. Bukan hanya itu, dalam pameran juga menampilkan beberapa peralatan yang digunakan dalam proses membatik, yang mana merupakan koleksi Museum Batik Yogyakarta dan dipamerkan juga koleksi kain batik karya Iwet Ramadhan.

Bentuk kepedulian Pigeon belum berhenti, sebagai bentuk kepedulian Pigeon terhadap anak-anak yang belum beruntung, Pigeon akan mendonasikan sebagian penjualan botol motif batik terbaru kepada dua Yayasan, yaitu; Yayasan Sekar Mlati senilai Rp50 juta dan Yayaan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-langit (YPPCBL) Senilai Rp100 juta.

Sementara itu, Anis Dwinastiti pun menjelaskan, “Dalam mengembangkan suatu produk, Pigeon selalu menekankan pada filosofi 3-S, yakni; Study, Safety, Statisfaction,” ujarnya. Yang mana, Study melambangkan bahwa seluru produk Pigeon dibuat berdasarkan penelitian terlebih dahulu. Kemudian, Safety, merupakan tujuan perusahaan menyediakan produk berkualitas terbaik sesuai kebutuhan Ibu dan Anak. Selanjutnya Satisfaction menunjukkan bahwa Pigeon selalu memastikan bahwa kebutuhan bayi dan Ibu terpenuhi, sehingga dapat menghadirkan kepuasan untuk seluruh keluarga.

Harapan Pigeon ke depannya melalui botol dan perelngkapan makan bayi bermotif batik tersebut, Ibu tetap dapat memberikan ASI kepada buah hatinya, apabila kondisi tertentu Ibu tidak dapat memberikan ASI secara langsung dan sekaligus untuk memperkenalkan budaya bangsa agar bayi dapat tumbuh sehat dengan menyusu secara alami, sedangkan untuk kain batik Pigeon tersebut, terutama generasi muda agar tetap melestarikan budaya batik kepada generasi penerus bangsa.

 

What's Your Reaction?
Kaget
0
Lucu
0
Sedih
0
Suka
0
Terpesona
0
View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2019 Blogger Perempuan Network. All Rights Reserved.

Scroll To Top