Now Reading
Bolehkah Ibu Hamil Berhubungan Intim Setiap Hari? Temukan Jawabannya di Sini ya, Mom!

Bolehkah Ibu Hamil Berhubungan Intim Setiap Hari? Temukan Jawabannya di Sini ya, Mom!

Beberapa ibu hamil seringkali mempertanyakan hal ini. Apakah aman berhubungan intim untuk ibu hamil? Apakah akan menyakiti bayi? Jika tidak, mengapa? Jika iya, alasannya apa? Untungnya, dalam kasus yang umum terjadi, berhubungan intim selama kehamilan tidak akan membawa dampak yang membahayakan. Kecuali pada kasus-kasus tertentu yang jarang terjadi. Jika Mom mempertanyakan ini aman atau tidak, maka jawabannya adalah aman. Mom tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hubungan intim yang dilakukan saat sedang mengandung. Mom tidak akan menyakiti bayi yang sedang dikandung ataupun diri Mom sendiri. Hubungan intim yang dilakukan pada saat hamil bahkan membawa beberapa manfaat bagi Mom.

Ternyata berhubungan intim bisa menurunkan tekanan darah.

Melakukan hubungan intim menjadi salah satu cara yang akan memicu reaksi kimia di dalam tubuh sehingga menimbulkan kebahagiaan dan mengurangi stres. Inilah yang akan menurunkan tekanan darah pada ibu hamil. Ini akan sangat baik untuk Mom dan bayi yang tengah Mom kandung. Tekanan darah yang tinggi membawa beberapa dampak buruk bagi ibu yang sedang hamil. Salah satunya dapat menjadi penyebab komplikasi preklamsia. Preklamsia yang tidak diketahui dan tidak diatasi selama kehamilan akan menjadi gangguan medis yang serius bagi ibu hamil dan bayi. Tentu mencegahnya akan menjadi pilihan yang paling tepat.

Berhubungan intim juga meningkatkan hubungan imonulogi antara ibu dan bayi.

Janin merupakan benda asing di dalam tubuh ibu hamil. Sistem kekebalan tubuh ibu hamil akan terus menerus melakukan pertahanan diri selama kehamilan. Jika pertahanan diri ini dilakukan secara belebihan akan berbahaya bagi ibu dan bayinya. Hal ini dapat menyebabkan perang sistem kekebalan tubuh yang mengancam keselamatan keduanya. Hal ini dapat dicegah dengan diet sehat rendah insulin, tekanan darah yang stabil, dan hal lainnya yang akan menjaga respons kekebalan tubuh ini tetap terkendali. Selain itu, sperma memiliki protein tertentu yang disebut dengan Human Leukocyte Antigen G (HLA-G). Protein ini dapat memodulasi dan menekan reaksi kekebalan ibu hamil terhadap janin dan jaringan luarnya. Oleh karena itu, berhubungan intim saat hamil dapat mencegah perang imunologis antara ibu dan bayi. Hubungan keduanya dapat menjadi lebih terkendali dan tidak saling merugikan.

Jangan salah, perasaan bahagia karena berhubungan intim bisa mengurangi nyeri.

Pada saat melakukan hubungan intim, kadar hormon oksitosin akan meningkat di dalam tubuh. Ini akan menimbulkan perasaan bahagia serta mentolerir rasa sakit. Ini dapat membantu ibu hamil yang sedang memasuki akhir trimester ketiga. Karena saat-saat tersebut menjadi waktu kontraksi mulai terjadi dan ibu akan sering mengalami kesakitan.

Selain bahagia, dengan berhubungan intim dengan pasangan, Mom akan lebih mencintai tubuh Mom sendiri.

Tubuh Mom akan mengalami perkembangan bentuk yang berbeda sepanjang kehamilan Mom. Mom akan memiliki payudara dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Mom mungkin tidak nyaman dengan bentuk tubuh Mom yang sedikit berubah. Namun, Mom mungkin akan merasa sangat mengesankan dan mencintai tubuh Mom. Mom sudah memiliki bayi di dalam tubuh Mom. Bukankah ini hal yang sangat mengagumkan?

Zat semen dalam sperma secara tak langsung bisa membantu proses persalinan.

Zat semen yang terkandung di dalam sperma mengandung prostaglandin yang akan membantu melembutkan dan melebarkan serviks. Hal ini akan membantu mempercepat proses persalinan yang akan Mom hadapi. Hormon oksitosin yang meningkat akan membantu Mom saat kontraksi. Selama air ketuban belum pecah, melakukan hubungan intim sebelum melahirkan 100% aman. Berhubungan intim sebelum persalinan dapat membantu Mom menginduksi persalinan, mempercepatnya, dan bahkan bisa mengurangi rasa sakit yang akan Mom alami. Namun, berhubungan intim setiap hari pada saat hamil juga tidak boleh di lakukan atau harus di batasi jika Mom mengalami beberapa gejala yang dapat membahayakan diri sendiri dan juga janin yang di kandung Mom. Beberapa gejala atau tanda – tanda yang harus di perhatikan adalah sebagai berikut, adanya pendarahan yang tidak jelas setelah berhubungan intim, Mom memiliki riwayat keguguran atau kelahiran prematur, terbukanya leher rahim yang terlalu awal yang di sebabkan oleh berhubungan intim.]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top