Now Reading
Benarkah Seks Bebas Menyebabkan Kanker Serviks? Mom, Simak Faktanya agar Lebih Waspada

Benarkah Seks Bebas Menyebabkan Kanker Serviks? Mom, Simak Faktanya agar Lebih Waspada

Salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan kaum wanita saat ini adalah kanker serviks. Sebelum memasuki topik pembahasan mengenai kebenaran tentang seks bebas menyebabkan kanker serviks, sebaiknya Mom memahami terlebih dahulu apa sebenarnya definisi dari kanker serviks. Kanker serviks atau biasa juga disebut dengan kanker mulut rahim merupakan sel-sel kanker yang menyerang organ reproduksi wanita.  Lebih tepatnya menyerang di daerah leher rahim atau pintu masuk dari kemaluan wanita. Kanker serviks tidak dapat terdeteksi sejak awal.  Gejala biasanya baru akan dirasakan saat sudah memasuki stadium lanjut. Hal itu karena kanker serviks tidak memiliki gejala awal dengan masa penyebaran bisa mencapai waktu selama 10-20 tahun. Itulah mengapa penyakit ini sering disebut silent killer. Di  negara maju seperti Amerika Serikat, kanker serviks berada pada urutan ke-4 sebagai penyakit paling mematikan kaum wanita setelah kanker payudara, kolektrum, dan endemetrium. Sedangkan di Indonesia, penyakit ini berada pada posisi pertama sebagai penyakit mematikan bagi kaum hawa. Di Indonesia terhitung setiap satu jam seorang wanita meninggal, sedangkan di dunia setiap dua menit wanita meninggal akibat penyakit ini.

Mom sebaiknya hati-hati dengan Human Papilloma Virus (HPV), karena virus ini sangat mudah menular.

Penyebab utama dari kanker serviks karena terjadinya infeksi sel kelamin yang disebabkan oleh virus yang bernama Human Papilloma Virus (HPV).  HPV  sangat mudah menular baik melalui sentuhan kulit maupun cairan. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat seperti kerap berperilaku seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HPV. Seks bebas menyebabkan kanker serviks lebih mudah tersebar.  Apalagi bagi wanita yang masih berusia dibawah 18 tahun, sangatlah berisiko terinfeksi virus HPV. Untuk itu, bagi para remaja yang berperilaku seks bebas sangat dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan dini melalui Internal Visual With Acidity Acid (IVA) atau pap smear.  Pemeriksaan itu untuk mencegah tertular kanker serviks.

Pencegahan kanker serviks bisa dengan vaksinasi, bagi Mom yang sudah menikah segera melakukan pap smear atau IVA ya!

Belum ada data yang pasti mengenai berapa jumlah penderita kanker serviks yang menyatakan bahwa seks bebas menyebabkan kanker serviks yang diderita.  Akan tetapi, pada umumnya penularan virus HPV disebabkan oleh terjadinya kontak kelamin atau hubungan intim yang beresiko tinggi. Untuk itu, bagi setiap wanita muda sangat dianjurkan untuk melakukan vaksinasi pada saat sudah mengalami datang bulan. Sedangkan untuk para wanita yang sudah pernah melakukan hubungan intim segera melakukan pemeriksaan dini melalui pap smear atau IVA.

Ingat! Seks bebas benar menyebabkan terjadinya kanker serviks. Maka jauhilah perilaku tersebut.

Melihat banyaknya kasus kanker serviks di dunia dan di Indonesia maka pernyataan mengenai seks bebas menyebabkan kanker serviks ternyata memang benar adanya. Hal ini disebabkan oleh adanya empat fakta yang ditemukan dari beberapa kasus kanker serviks, yaitu sebagai berikut. –       Penyakit kanker serviks dapat menyebar melalui kontak kelamin dan cairan. –       Virus HPV menyebar kepada semua orang bukan hanya kepada wanita yang berusia lanjut saja tetapi juga pada wanita yang masih berusia muda. –   Laki-laki yang telah melakukan hubungan intim dengan wanita penderita kanker serviks bahkan dapat menyebarkan virus ini kepada wanita yang lainnya. –       Wanita yang tidak berperilaku seks bebas bisa tertular penyakit ini baik melalui suami yang telah terinfeksi, virus HPV, ataupun melalui kontak cairan.  Terlebih lagi para wanita yang kerap melakukan seks bebas. –       Gaya hidup yang sehat dan benar dapat melindungi diri Mom dari penularan penyakit ini.  Oleh karena itu, setialah  kepada pasangan Mom, tidak memakai barang milik orang lain, seperti handuk, sikat gigi, pakaian dalam, dan juga selalu menjaga kebersihan alat kelamin akan dapat mengurangi resiko tertular virus HPV. Namun, bila Mom sudah terlanjur berperilaku seks bebas maka mulai saat ini hentikan kebiasaan tidak sehat tersebut.  Periksakan diri Mom sekarang juga melalui pap smear dan IVA.  Tidak ada kata terlambat untuk menjadi baik dan benar. Jangan sampai hanya karena kesenangan sementara, Mom akan menderita sepanjang sisa usia Mom.]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top