Now Reading
Belajar di Luar Ruangan Bukan Masalah Dengan Nika Chair

Belajar di Luar Ruangan Bukan Masalah Dengan Nika Chair

Tahun 1992 saat gempa melanda (Maumere, Ende, dan sekitarnya) imbasnya sangat terasa pada kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah yang bangunannya hancur menjadi butiran debu potongan-potongan kecil dan bahkan rata dengan tanah. Saya dan teman-teman tidak bisa belajar di dalam kelas karena kelasnya telah lenyap dalam hitungan detik pada siang hari 12 Desember 1992 itu. Untungnya sekolah kami dikelilingi oleh pohon-pohon rindang sehingga proses belajar-mengajar kemudian berlangsung di luar ruangan. Kami harus membawa tikar sebagai alas duduk, dan tentu saja harus memakai celana panjang (kemejanya tetap kemeja sekolah). Dulu saya juga pernah membawa dengklik (bangku plastik pendek).

Baca Selengkapnya

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top