Now Reading
Ayo, Kenali dan Sadari Lebih Dini, Apa Itu Penyakit Lupus?

Ayo, Kenali dan Sadari Lebih Dini, Apa Itu Penyakit Lupus?

Mom tahukah Mom tentang penyakit lupus? Penyakit lupus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat merusak sel, jaringan, dan organ tubuh, seperti kulit, sendi, sel darah, paru-paru, dan jantung. Setiap tahunnya, lebih dari 16.000 kasus lupus dilaporkan dari penjuru dunia. Berdasarkan penelitian, setidaknya 1,5 juta orang Amerika menderita lupus dan 5 juta orang di seluruh dunia dipercaya mengidap penyakit autoimun ini. Tahukah, Mom bahwa lupus menyerang sebagian besar wanita usia subur antara 15–44 tahun. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa pria, remaja, hingga anak-anak dapat terserang penyakit ini. Lalu apa itu penyakit lupus, apa penyebabnya, dan bagaimana pencegahannya? Mari, ketahui lebih lanjut, Mom. Supaya kita sadar tentang penyakit ini dan mengetahui penegahannya.

Perlu diketahui ya Mom, lupus itu bukan lah penyakit menular, melainkan penyakit autoimun.

Lupus adalah penyakit autoimun yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat. Penyakit autoimun adalah istilah yang digunakan manakala sistem kekebalan tubuh atau imunitas seseorang, yang merupakan bagian yang berfungsi melawan virus, bakteri, dan kuman, menyerang tubuhnya sendiri. Dalam arti, tubuh tidak dapat membedakan antara “penyerbu” asing dan jaringan tubuh yang sehat. Akibatnya, ia membentuk antibodi yang dapat menyerang dan menghancurkan jaringan sehat. Antibodi ini menyebabkan peradangan, nyeri, dan kerusakan di berbagai bagian tubuh. Lupus bukanlah penyakit menular. Lupus bukan juga seperti kanker, yang jaringan tidak normalnya tumbuh dengan cepat dan menyebar ke jaringan sekitarnya. Lupus juga tak seperti Human Immune Deficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang bisa menular melalui hubungan seksual. Pada lupus, sistem kekebalan tubuh terlalu aktif sebaliknya pada HIV atau AIDS, sistem kekebalan tubuh justru kurang aktif.

Penyebab penyakit lupus bisa dari dalam maupun luar tubuh, seperti faktor hormon, genetika, dan lingkungan.

Penyebab penyakit lupus banyak, namun banyak ilmuwan yang meyakini penyakit lupus berkembang sebagai tanggapan terhadap kombinasi atau gabungan dari faktor dalam maupun luar tubuh, termasuk hormon, genetika, dan lingkungan.

   Hormon

Hormon adalah pesuruh tubuh yang mengatur banyak fungsi. Karena kebanyakan yang terkena lupus adalah wanita, peneliti melihat hubungan antara hormon estrogen dan lupus. Meskipun pria dan wanita sama-sama menghasilkan hormon estrogen, produksi estrogen pada wanita jauh lebih banyak dibandingkan dengan pria.

   Genetika

Peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 50 gen yang terkait dengan lupus. Gen ini lebih banyak terlihat pada orang yang mengidap lupus. Namun demikian, sebagian besar gen ini belum terbukti menyebabkan lupus secara langsung, hanya berkontribusi terhadap penyakit autoimun ini. Kemungkinan penyebab lupus yang paling berperan adalah mutasi genetika.  Munculnya mutasi genetika akibat adanya kekacauan pada perintah normal dari gen tertentu. Inilah yang akhirnya menyebabkan kinerja tubuh menjadi abnormal. Namun demikian ternyata pada banyak kasus, gen saja tidak cukup. Pada anak kembar misalnya. Pada anak kembar bisa jadi hanya salah seorang saja yang terkena lupus, kembaran lainnya tidak.  Meskipun masih ada kemungkinan salah satu kembaran lain bisa juga terkena lupus.

   Lingkungan

Lingkungan juga menjadi pemicu perkembangan penyakit lupus. Sebagian besar peneliti berpikir bahwa agen lingkungan, seperti virus atau bahan kimia yang secara acak dijumpai oleh individu yang rentan secara genetis, bertindak untuk memicu penyakit ini. Unsur lingkungan lain yang dapat memicu perkembangan lupus adalah
  1. sinar ultraviolet (UVA dan UVB),
  2. infeksi (termasuk efek virus Epstein-Barr),
  3. paparan debu silika di lingkungan pertanian atau industri,
  4. obat-obatan yang dapat memicu lupus,
  5. kelelahan, dan
  6. stres emosional.

Diagnosis dini dapat memperlambat atau mencegah perkembangan lupus.  Beberapa cara lain juga bisa Mom lakukan.

Memperlambat atau mencegah perkembangan lupus dapat dilakukan dengan melakukan diagnosis dini. Cara lain adalah dengan menghindari faktor pemicu penyakit ini, seperti menghindari paparan sinar matahari dengan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh bagian kulit, memakai topi dan kacamata hitam, dan mengoleskan tabir surya agar kulit tidak terbakar matahari. Pakar rheumatologist (spesialis otot, sendi, dan tulang) juga dapat mengobati lupus dengan memberikan sejumlah obat yang dapat secara efektif memperlambat perkembangan lupus.]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top