Now Reading
Apakah Mom Bergidik dengan Penyakit Kulit Berlubang Seperti Sarang Lebah? Boleh Jadi Mom Terkena Trypophobia

Apakah Mom Bergidik dengan Penyakit Kulit Berlubang Seperti Sarang Lebah? Boleh Jadi Mom Terkena Trypophobia

Penyakit kulit berlubang seperti sarang lebah erat kaitannya dengan  penyakit trypophobia.  Sebenarnya nama penyakit ini bukanlah pada penyakit yang tangannya terkena kulit berlubang seperti sarang lebah.  Akan tetapi, justru pada orang yang melihat kulit berlubang tersebut. Oleh karena itu, penyakti trypophobia seringkali disebut penyakit kulit berlubang. Gambar-gambar yang sering beredar di internet biasanya adalah gambar tangan yang memiliki banyak lubang seperti sarang lebah.  Dari lubang-lubang tersebut seolah-olah mengintip atau keluar binatang-binatang kecil. Hal ini bagi sebagian orang sangat menjijikan. Bahkan orang yang melihat mengalami dampak yang bermacam-macam.  Ada yang dampaknya jijik, takut, cemas, khawatir bahkan hingga dampak fisiologis, seperti gatal-gatal, sakit kepala, mual, muntah hingga jantung berdebar.   Meskipun gambar-gambar tersebut hanyalah rekaan atau tipuan yang sengaja dibuat untuk hiburan semata. Dikutip dari mentalfloss.com, dalam sebuah penelitian mengungkapkan, para peneliti menunjukan sebuah gambar biji bunga lotus kepada 91 laki-laki dan 195 perempuan pada rentang usia 18 sampai 55 tahun.  Hasilnya, 11 persen dari laki-laki dan 18 persen dari perempuan menyatakan bahwa gambar biji bunga lotus tersebut sebagai sebuah ketidaknyamanan atau bahkan menjijikan untuk dilihat. Penyakit kulit berlubang seperti sarang lebah atau trypophobia adalah penyakit psikologis, yaitu penyakit yang berkaitan dengan emosi seseorang.   Meskipun sebenarnya penyakit kulit berlubang seperti sarang lebah ini hal baru di dunia psikologi.  Penyakit kulit bolong, seperti sarang lebah awalnya dipopulerkan pada tahun 2005 oleh para pengguna internet.

Trypophobia bisa terjadi mungkin disebabkan oleh ketakutan di masa lampau.

Penyakit trypophobia adalah sejenis fobia atau ketakutan akan melihat lubang-lubang asimetris.  Hal ini seperti yang terjadi pada kulit berlubang seperti sarang lebah. Gambaran lubang-lubang asimetris bisa apa saja, seperti biji bunga lotus, sarang lebah, gelembung soda, buih, busa sabun, pori-pori yang kelihatan, dan sejenisnya. Penderita trypophobia tentunya akan “tersiksa” bila melihat kulit bolong seperti sarang lebah.  Ketakutan tersebut boleh jadi karena adanya trauma di masa kecil. Pada penderita trypophobia mungkin dahulunya pernah punya pengalaman yang traumatik terhadap lubang, bisa jatuh ke dalam lubang atau menemukan hal yang menjijikan dan menakutkan dari dalam lubang.   Sehingga otak menangkap kesan bahwa lubang berbahaya. Dilansir dari thesun.co.uk, beberapa ahli percaya bahwa hal itu bisa disebabkan oleh DNA manusia yang merasa ditolak oleh pola berulang.  Wilkins dan Cole menetapkan teori mereka dalam penelitian pada tahun 2013. Mereka Berpendapat bahwa insting untuk mengasosiasikan ada dalam bentuk bahaya,  otak kemudian merespon secara alami dengan mengasosiasikan lubang tersebut dengan penyakit atau luka mereka. Profesor Matthews telah mengemukakan teori lain, dia mengklaim bahwa orang cenderung takut gambar karena priming dan conditioning. Priming adalah efek memori implisit di mana paparan stimulus mempengaruhi respons terhadap stimulus selanjutnya. Ini adalah teknik dalam psikologi yang digunakan untuk melatih ingatan seseorang baik secara positif maupun negatif.  Sementara conditioning adalah sebuah proses perilaku di mana respon menjadi lebih sering atau lebih dapat diprediksi di lingkungan tertentu sebagai akibat penguatan.

Bagaimana cara penyembuhannya? Mom bisa menggunakan cara-cara dalam menyembuhkan fobia.

Oleh karena penyakit ini pada dasarnya adalah sebuah fobia, maka penanganan yang dilakukan untuk penyembuhan adalah cara-cara dalam menyembuhkan fobia.  Beberapa terapi bisa dilakukan, meskipun menyembuhkan rasa takut yang tidak logis tidaklah mudah. Terapi yang dapat digunakan biasanya untuk membantu  mengubah pola pikir mereka. Terapi yang digunakan dapat bermacam-macam, seperti  hipnosis, konseling, terapi perilaku, terapi kognitif, neuro linguistic programming, dan terapi perilaku kognitif.  Hal ini untuk membut penderita trypophobia dapat membedakan bahwa ketakutan mereka yang kuat ada dalam imajinasi mereka. Selain hal tersebut, ada baiknya penderita trypophobia juga berkonsultasi dengan keluarga dan teman-teman dekat.  Siapa tahu mereka juga bisa menolong penderita melupakan ketakutan-ketakutan penderita terhadap penyakit kulit bolong seperti sarang lebah. Tidak lupa sehatkan jiwa dan raga penderita. Cobalah ajak penderita menghadapi ketakutan-ketakutannya.   Korek lagi akar masalah penderita, kenapa begitu takut atau jijik yang sangat berlebih dengan kulit yang berlubang seperti sarang tawon atau lubang-lubang lainnya.]]>

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top