Now Reading
4 Cara Ampuh Mengatasi Anak Ngompol

4 Cara Ampuh Mengatasi Anak Ngompol

Anak kecil ngompol itu sudah menjadi hal yang wajar, tapi bila terus dibiarkan saja bisa repot nanti. Jika tidak diajarkan cara buang air yang benar, kebiasaan mengompol bisa terbawa hingga ia dewasa baik sadar maupun tidak sadar. Secara psikologis anak yang masih mengompol hingga usia sekolah juga tidak baik karena anak ini cenderung akan jadi pemalu dan tertutup. Cara mengatasi anak ngompol akan diuraikan dalam beberapa poin berikut ini.

Buang air kecil sebelum tidur

Biasakan pada anak kamu untuk menyikat gigi dan buang air kecil sebelum tidur bahkan ketika sedang tidak di rumah sendiri. Dengan membuang air kecil sebelum tidur akan menghabiskan air seni yang terkumpul dalam kandung kemihnya sehingga ia tidak pipis pada saat tidur.

Kurangi makanan manis

Mengurangi asupan gula terutama saat sebelum anak tidur akan mengurangi zat yang dibuang di saluran pembuangannya. Gula yang dikonsumsi anak zatnya akan dibuang karena dianggap tidak berguna bagi tubuh, kandung kemih yang penuh akan mudah membuatnya ngompol.

Konsisten toilet training

Toilet training adalah salah satu cara mengatasi anak ngompol dengan membiasakannya pipis di toilet. Biasakan sebelum dan sesudah bangun tidur untuk anak dipipiskan di toilet sambil memberinya pengertian bahwa pipis itu di toilet, bukan di celana. Untuk mengenalkan anak pada toilet kamu bisa membeli toilet mainan untuk anak-anak sehingga menarik minat anak untuk menggunakan toilet.

Jangan dipermalukan

Apabila anak kamu terlanjur ngompol apalagi di rumah orang lain, jangan mengolok-oloknya. Dengan mengolok-olok dan membuatnya malu di depan orang lain akan menurunkan social skill-nya pada saat dia dewasa nanti. Berikan pengertian padanya bahwa mengompol itu tidak baik karena dapat menyebabkan penyakit dan bau. Beri pujian pada anak kamu apabila ia berhasil pipis di toilet atau saat dia berhasil memberitahumu bahwa ia kebelet pipis.

Cara mengatasi anak ngompol memang diperlukan kesabaran dan ketelatenan karena kita berurusan dengan anak kecil yang belum paham sepenuhnya tentang ucapan kita. Untuk itu gunakanlah perintah-perintah yang sederhana yang dapat dipahami anak kamu dan bahasa dan nada yang lembut agar si anak tidak takut dan merasa rendah diri. Pertumbuhan setiap anak memang berbeda-beda, tapi biasanya toilet training dapat dilakukan sejak anak kamu berusia 18 hingga 24 bulan dan dapat memahami ucapan-ucapan orang dewasa dan perintah-perintah sederhana. Perhatikan bahasa tubuh anak kamu bila ia kebelet pipis atau buang air besar, jika ia belum bisa berbicara biasanya ia akan memberi sinyal-sinyal, jika melihat ini kamu harus sigap dan segera membawanya ke toilet agar ia pipis di toilet. Penggunaan popok diaper jangan terlalu sering dipakai karena dapat merusak kulit anak yang masih lembut dan menimbulkan iritasi.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2015 Blogger Perempuan Network.
All Rights Reserved.

Scroll To Top